Invasi Ikan Sapu-Sapu di Kawasan Bundaran HI Berhasil Diredam, 6 Karung Hama Diangkut Petugas
UpdateKilat — Aliran kali yang membentang tepat di depan jantung kemegahan Jakarta, tepatnya di kawasan Bundaran HI, sempat menjadi saksi bisu fenomena alam yang cukup meresahkan. Gerombolan ikan sapu-sapu yang kian masif populasinya kini resmi dibasmi oleh petugas gabungan dalam sebuah operasi pembersihan besar-besaran pada Jumat pagi, 10 April 2026.
Gerak Cepat Petugas di Jantung Ibu Kota
Pembersihan ini dipusatkan di aliran kali yang bersisian langsung dengan Mal Plaza Indonesia, Jakarta Pusat. Langkah tegas tersebut bukan tanpa alasan; keberadaan ikan yang sering dianggap sebagai pembersih kaca namun bersifat invasif ini telah menguasai ekosistem lokal hingga ke tahap yang mengkhawatirkan. Menurut keterangan dari Rizal (38), salah satu personil Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Gondangdia, aksi ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Wali Kota Jakarta Pusat.
Urgensi Perpanjangan Dana Otsus Aceh: Mendagri Tito Karnavian Soroti Pemulihan Pasca-Bencana yang Membutuhkan Waktu
“Pak Wali sangat responsif. Begitu ada laporan masuk mengenai kepadatan populasi ikan sapu-sapu di sini, instruksi pembersihan langsung turun sehari sebelumnya,” ungkap Rizal di sela-sela kegiatannya. Sinergi antara petugas dan warga sekitar pun terlihat nyata saat jaring-jaring berukuran raksasa dibentangkan untuk menjaring hama air tersebut secara gotong royong.
Enam Karung Hasil Perburuan di Dasar Kali
Meski terlihat tenang dari permukaan, dasar kali ternyata menyimpan kejutan yang melelahkan bagi para petugas. Operasi yang berlangsung intensif sejak pukul 08.30 hingga 10.00 WIB tersebut berhasil mengamankan lebih dari 80 ekor ikan sapu-sapu berukuran besar yang dikemas ke dalam enam karung plastik tebal.
Junaedi (33), rekan kerja Rizal, menceritakan betapa sulitnya proses evakuasi tersebut. “Cukup menantang karena mereka pintar bersembunyi di balik bebatuan. Air pun cepat sekali menjadi keruh karena banyaknya orang yang turun ke air, sehingga jarak pandang jadi terbatas,” jelasnya. Ia juga meyakini masih ada beberapa yang tersisa karena sifat ikan ini yang sangat adaptif dan gesit di habitat lumpur.
Prabowo Kebut Pembangunan Giant Sea Wall: Langkah Strategis Amankan Ekonomi dan Warga Pantura
Mengantisipasi Kerumunan Pemancing Liar
Selain alasan kelestarian lingkungan, pembersihan ini juga bertujuan untuk menjaga ketertiban umum di kawasan Jakarta Pusat. Junaedi menambahkan bahwa keberadaan ikan sapu-sapu yang melimpah sering kali memicu kerumunan warga yang sengaja datang untuk melakukan aktivitas memancing, terutama pada akhir pekan. Fenomena ini dinilai mengganggu estetika serta ketertiban kawasan yang seharusnya bebas dari kegiatan memancing liar.
“Biasanya kalau Sabtu atau Minggu, tempat ini penuh orang yang mau memancing karena ikannya banyak. Padahal aturannya di sini dilarang. Jadi, kegiatan hari ini sangat positif untuk mengembalikan fungsi kali sebagaimana mestinya,” pungkasnya. Sebagai prosedur pemusnahan hama invasif, ikan-ikan yang terjaring tersebut harus dilumpuhkan terlebih dahulu sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir agar tidak kembali berkembang biak di saluran air lainnya.
Strategi KKP Bawa Produk Pesisir ‘Go Digital’: Gandeng E-Commerce Perkuat Kampung Nelayan Merah Putih