OCBC NISP Resmi Bagikan Dividen Rp 1,03 Triliun, Ini Detail Keputusan RUPS Tahun Buku 2025
UpdateKilat — PT Bank OCBC NISP Tbk baru saja menuntaskan agenda penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025. Dalam pertemuan strategis tersebut, perseroan sepakat untuk memanjakan para pemegang sahamnya melalui pembagian dividen tunai dengan nilai total yang mencapai Rp 1,03 triliun.
Keputusan besar ini diambil sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan investor terhadap kinerja fundamental bank. Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, mengungkapkan bahwa setiap lembar saham akan mendapatkan jatah dividen sebesar Rp 45. Angka ini mencerminkan dividend payout ratio sebesar 20,42% dari total perolehan laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025.
Alokasi Laba dan Penguatan Struktur Permodalan
Tidak seluruh laba dibagikan ke pemegang saham. Parwati menjelaskan dalam konferensi pers yang digelar di OCBC Tower pada Kamis (9/4/2026), bahwa perusahaan tetap memprioritaskan keberlanjutan bisnis jangka panjang. Selain untuk dividen tunai, sebesar Rp 1 miliar dari laba bersih dialokasikan sebagai cadangan umum.
Proyeksi IHSG 8 April 2026: Menanti Sinyal Damai Selat Hormuz, Cek Rekomendasi Saham BBCA hingga BUMI
“Sisa dari laba bersih setelah dikurangi dividen dan cadangan umum akan ditetapkan sebagai laba ditahan. Langkah ini krusial untuk memperkuat struktur permodalan perseroan agar tetap tangguh menghadapi dinamika ekonomi ke depan,” ujar Parwati di hadapan awak media.
Transparansi dan Kepatuhan Tata Kelola Perusahaan
Selain urusan bagi-bagi keuntungan, RUPS kali ini juga menjadi ajang pembuktian transparansi perusahaan. Pemegang saham secara resmi menerima dan menyetujui Laporan Tahunan untuk tahun buku 2025. Laporan ini mencakup evaluasi menyeluruh dari Direksi, Dewan Komisaris, hingga pengawasan dari Dewan Pengawas Syariah bagi unit usaha terkait.
Kredibilitas laporan keuangan konsolidasian perseroan juga kian solid setelah mendapatkan pengesahan dalam rapat. Audit yang dilakukan oleh kantor akuntan publik independen memastikan bahwa setiap angka yang disajikan mencerminkan kondisi riil kesehatan finansial bank. Hal ini menjadi sinyal positif bagi para pencari saham perbankan yang mengutamakan tata kelola atau Good Corporate Governance (GCG).
Sentimen Positif FTSE Russell Dorong IHSG Melesat 2,8%, Indonesia Kokoh di Status Emerging Market
Realisasi Dana Obligasi yang Akuntabel
Satu poin menarik lainnya adalah laporan pertanggungjawaban mengenai penggunaan dana hasil penawaran obligasi. UpdateKilat mencatat bahwa OCBC NISP berhasil mengelola dana tersebut secara disiplin sesuai dengan rencana awal yang tertuang dalam prospektus. Setelah dikurangi biaya emisi, dana yang terkumpul telah disalurkan tepat sasaran sesuai regulasi yang berlaku.
“Kami telah memastikan bahwa seluruh realisasi penggunaan dana obligasi dilaporkan secara transparan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini adalah bentuk kepatuhan kami terhadap otoritas dan tanggung jawab kepada publik,” pungkas Parwati.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga tren positif kinerja keuangan OCBC NISP di masa mendatang, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara manajemen dan para investor di pasar modal Indonesia.
Badai Delisting 2026: BEI Bakal Depak 18 Emiten Termasuk Sritex, Simak Daftar Lengkapnya!