IHSG Terkoreksi di Sesi Pagi 9 April 2026: Rupiah Tembus 17.000, Sektor Infrastruktur Jadi Beban

Kevin Wijaya | UpdateKilat
09 Apr 2026, 10:30 WIB
IHSG Terkoreksi di Sesi Pagi 9 April 2026: Rupiah Tembus 17.000, Sektor Infrastruktur Jadi Beban

UpdateKilat — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kehilangan momentum penguatannya pada pembukaan perdagangan Kamis (9/4/2026). Setelah sehari sebelumnya sempat melesat tajam, indeks kini harus menghadapi gelombang koreksi di tengah dominasi sektor saham yang memerah dan posisi mata uang rupiah yang masih bertengger di level Rp 17.000 per dolar AS.

Berdasarkan pantauan data RTI, IHSG langsung dibuka melemah ke posisi 7.238,46, menyusut sekitar 40,74 poin dari penutupan sebelumnya. Tekanan jual terus berlanjut hingga pukul 09.24 WIB, di mana indeks merosot 0,89% menuju level 7.214. Kondisi serupa juga menimpa indeks LQ45 yang terkikis 1,19% ke posisi 724, menandakan saham-saham blue chip ikut terseret arus pelemahan.

Dinamika Pasar dan Tekanan Sektoral

Sepanjang sesi awal, pergerakan indeks fluktuatif di rentang 7.191,58 hingga 7.244,82. Sebanyak 331 saham tercatat melemah, yang menjadi beban utama bagi pergerakan indeks. Sementara itu, 209 saham masih mampu bertahan di zona hijau dan 184 saham lainnya jalan di tempat. Aktivitas investasi saham pagi ini mencatatkan nilai transaksi harian mencapai Rp 3,5 triliun dengan volume perdagangan sekitar 6,6 miliar lembar saham.

Read Also

IHSG Terbang Tinggi 6,14 Persen, Damai AS-Iran Jadi Booster Utama Pasar Modal

IHSG Terbang Tinggi 6,14 Persen, Damai AS-Iran Jadi Booster Utama Pasar Modal

Dari total 11 sektor yang ada di lantai bursa, mayoritas menunjukkan performa yang lesu. Sektor infrastruktur menjadi yang paling terpukul dengan koreksi sebesar 1,25%. Diikuti oleh sektor industri yang turun 1,03% dan sektor kesehatan yang terpangkas 0,79%. Meski demikian, masih ada secercah harapan dari sektor consumer siklikal dan transportasi yang berhasil parkir di zona hijau meski dengan kenaikan tipis.

Rapor Saham Unggulan dan Pergerakan Harga

Beberapa saham berkapitalisasi besar terpantau mengalami koreksi yang cukup terasa. Saham BBRI, misalnya, harus turun 1,5% ke level Rp 3.290 per saham. Begitu pula dengan saham BUMI yang melemah 1,59% ke posisi Rp 248. Di sisi lain, saham FORE justru tampil perkasa dengan lonjakan 3,73% ke posisi Rp 835, disusul oleh BUVA yang menguat 2,08% ke level Rp 1.225.

Read Also

Mengenal Lebih Dekat IHSG: Sang Barometer Utama Penentu Arah Investasi di Indonesia

Mengenal Lebih Dekat IHSG: Sang Barometer Utama Penentu Arah Investasi di Indonesia

Berikut adalah daftar saham yang mencatatkan performa signifikan di awal sesi:

Top Gainers:

  • HDFA (+30,77%)
  • TRUK (+24,66%)
  • CTTH (+21,13%)
  • ROCK (+18,55%)
  • SDMU (+16,67%)

Top Losers:

  • TEBE (-13,74%)
  • GSMF (-10,57%)
  • CHIP (-9,92%)
  • WOMF (-6,92%)
  • ITMA (-6,20%)

Proyeksi Analis dan Rekomendasi Strategis

Meskipun pagi ini dibuka dengan koreksi, sejumlah analis saham melihat adanya potensi teknikal rebound. Tim riset BNI Sekuritas melalui Fanny Suherman mencatat bahwa IHSG masih memiliki level support di kisaran 7.050-7.100 dengan target resistance di 7.300-7.400. Senada dengan itu, Kiwoom Sekuritas memproyeksikan jika indeks mampu menembus level 7.325, maka terbuka peluang menuju 7.600 dalam jangka menengah.

Bagi Anda yang mencari peluang dalam rekomendasi saham hari ini, berikut beberapa pilihan yang layak dicermati berdasarkan analisis teknikal:

Read Also

Strategi Cerdas PT Mulia Boga Raya (KEJU) Hadapi Lonjakan Harga Plastik Tanpa Bebani Konsumen

Strategi Cerdas PT Mulia Boga Raya (KEJU) Hadapi Lonjakan Harga Plastik Tanpa Bebani Konsumen
  • EMAS: Area beli 8.075-8.150 dengan target terdekat 8.300-8.500.
  • AADI: Area beli 9.950-10.100 dengan target 10.425-10.600.
  • BREN: Speculative buy di area 4.900-5.000 dengan target 5.250-5.500.
  • BNBR: Speculative buy di kisaran 115-118, target 125-134.
  • OASA: Buy if break 306, target terdekat 324-336.
  • MDKA: Buy if break 3.310, target 3.360-3.450.

Kondisi pasar yang dinamis menuntut investor untuk tetap waspada dan disiplin dalam menerapkan strategi stop loss untuk memitigasi risiko di tengah fluktuasi indeks yang masih tinggi.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *