Skandal Manipulasi Foto AI di JAKI, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Sanksi Tegas dan Nomor Aduan Khusus

Budi Santoso | UpdateKilat
08 Apr 2026, 11:30 WIB
Skandal Manipulasi Foto AI di JAKI, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Sanksi Tegas dan Nomor Aduan Khusus

UpdateKilat — Integritas sistem pengaduan publik di Jakarta tengah diuji menyusul temuan mengejutkan terkait penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memalsukan bukti tindak lanjut laporan di aplikasi JAKI. Menanggapi isu sensitif ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung mengambil langkah defensif dengan memperketat proses validasi agar kepercayaan masyarakat tidak luntur.

Kasus ini mencuat setelah adanya dugaan oknum petugas yang menggunakan foto hasil rekayasa AI untuk mengeklaim bahwa laporan warga telah dikerjakan, padahal kondisi di lapangan belum berubah. Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan perang terhadap segala bentuk kecurangan dalam birokrasi digital.

Komitmen Tanpa Toleransi Terhadap Manipulasi

Budi menegaskan bahwa pihak Pemprov DKI telah berkoordinasi erat dengan Biro Pemerintahan Setda DKI Jakarta untuk mengaudit sistem pelayanan publik mereka. Tujuannya jelas: memastikan setiap laporan yang masuk melalui aplikasi JAKI divalidasi dengan standar yang jauh lebih ketat dan akurat.

Read Also

WNA Pakistan Bikin Onar Pakai Bambu di Ciledug, Begini Langkah Tegas Imigrasi Tangerang

WNA Pakistan Bikin Onar Pakai Bambu di Ciledug, Begini Langkah Tegas Imigrasi Tangerang

“Pemprov DKI Jakarta tidak akan menolerir segala bentuk manipulasi dalam tindak lanjut pengaduan. Jika ditemukan pelanggaran, kami akan menindak tegas sebagai bagian dari komitmen menjaga integritas layanan publik,” ujar Budi dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2026).

Warga Bisa Lapor Kecurangan via WhatsApp

Menyadari bahwa peran serta masyarakat sangat krusial, Pemprov DKI kini membuka kanal pengaduan khusus bagi warga yang menemukan indikasi manipulasi bukti foto atau tindakan *fraud* lainnya. Masyarakat dapat melaporkan temuan tersebut melalui layanan pesan instan WhatsApp di nomor 0811-1272-206.

Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi terhadap warga yang aktif mengawal kualitas pembangunan kota. Budi mengakui bahwa insiden manipulasi AI ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi besar-besaran, mulai dari peningkatan teknologi pada aplikasi JAKI hingga pengembangan fitur deteksi keaslian gambar.

Read Also

Tegas! Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim: ‘Saya Tak Biasa Kritik Orang dari Belakang’

Tegas! Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim: ‘Saya Tak Biasa Kritik Orang dari Belakang’

Statistik Aduan Warga Jakarta

Meskipun diguncang isu manipulasi, data menunjukkan bahwa kepercayaan warga Jakarta terhadap kanal pengaduan digital masih sangat tinggi. Berikut adalah rangkuman data aduan yang masuk:

  • Januari – Maret 2026: Tercatat sebanyak 62.571 laporan masuk, dengan rata-rata 20.857 pengaduan setiap bulannya.
  • Tahun 2025: Total laporan mencapai 195.988 dari sekitar 50.960 pelapor unik, dengan tingkat penyelesaian mencapai 97,8 persen atau sebanyak 191.655 laporan.

Ke depannya, Jakarta Smart City berkomitmen untuk terus menyempurnakan aspek pengawasan dan administrasi. Fokus pengembangan sistem akan diarahkan pada penguatan mekanisme verifikasi berlapis, sehingga laporan yang masuk tidak hanya cepat ditangani, tetapi juga diselesaikan dengan kejujuran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *