Pramono Anung Pastikan Stok Pangan Jakarta Aman, Warga Diimbau Tak Perlu Panic Buying
UpdateKilat — Di tengah fluktuasi ekonomi global yang mulai berdampak pada sektor kebutuhan pokok, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan pernyataan yang menenangkan bagi jutaan warga ibu kota. Ia menegaskan bahwa ketersediaan stok pangan di Jakarta saat ini masih dalam kategori aman dan mencukupi untuk kebutuhan harian masyarakat.
Meskipun beberapa komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan harga, Pramono memastikan bahwa situasi ini masih berada dalam jangkauan kendali Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Beliau secara khusus meminta warga untuk tetap tenang dan bijak dalam berbelanja, tanpa perlu merasa khawatir berlebihan terhadap isu kelangkaan.
Intervensi Cepat Menghadapi Gejolak Harga
Menanggapi keluhan warga terkait merangkaknya harga pangan seperti telur, daging, hingga beras, Pramono menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan bagian dari dinamika pasar yang rutin ditangani. Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi untuk menjaga stabilitas di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern.
Indonesia Jadi Tuan Rumah WCPP 2026: Mengawal Era Baru Reformasi Pemasyarakatan Dunia
“Yang paling krusial untuk kami sampaikan kepada masyarakat adalah jangan terjebak dalam aksi panic buying atau berbelanja secara berlebihan. Stok pangan di Jakarta hingga hari ini masih sangat mencukupi,” tegas Pramono saat ditemui di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Pramono juga menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak akan segan untuk melakukan intervensi langsung jika harga di lapangan mulai tidak wajar. Salah satu strategi andalannya adalah dengan memperbanyak titik penyelenggaraan pasar murah guna memutus rantai harga yang tinggi.
“Untuk komoditas seperti beras, cabai, dan daging, kami bisa bergerak cepat melalui pasar murah. Begitu kami melihat indikasi harga di luar kewajaran, intervensi pasti segera dilakukan,” imbuhnya.
Menguak Jaringan Obat Keras di Sawah Besar, Polisi Amankan Puluhan Ribu Butir Daftar G
Tantangan di Luar Kendali Daerah
Kendati optimis pada sektor pangan, Pramono memberikan catatan mengenai beberapa komoditas yang sulit diintervensi langsung oleh pemerintah daerah, salah satunya adalah produk berbahan plastik. Hal ini dikarenakan regulasi dan pasokannya sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.
Namun, untuk urusan kebutuhan dapur utama, ia menjamin timnya bekerja ekstra keras memantau pergerakan harga setiap harinya agar inflasi daerah tetap terjaga.
Rincian Harga Komoditas Terkini
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, berikut adalah gambaran harga beberapa komoditas di tingkat pedagang eceran nasional:
- Cabai Rawit Merah: Rp 86.150 per kg
- Daging Ayam Ras: Rp 42.050 per kg
- Bawang Merah & Putih: Berkisar Rp 40.450 hingga Rp 47.350 per kg
- Beras Medium & Super: Berada di rentang Rp 15.900 hingga Rp 17.300 per kg
- Daging Sapi: Rp 140.050 – Rp 147.700 per kg
- Minyak Goreng: Rp 19.950 (curah) hingga Rp 23.100 (kemasan bermerek) per liter
- Telur Ayam Ras: Rp 32.800 per kg
Dengan transparansi data dan komitmen kesiapan stok, UpdateKilat mengajak masyarakat Jakarta untuk tetap rasional dalam memenuhi kebutuhan harian, sembari menunggu langkah-langkah stabilisasi lebih lanjut dari pemerintah setempat.
Langit Jakarta Kembali Kelabu: Polusi Udara Capai Level Tidak Sehat Pagi Ini