Panduan Lengkap Bacaan Bilal Idul Adha: Urutan, Teks Arab, dan Tata Cara Sesuai Sunnah

Ustadzah Sarah | UpdateKilat
14 Apr 2026, 21:35 WIB
Panduan Lengkap Bacaan Bilal Idul Adha: Urutan, Teks Arab, dan Tata Cara Sesuai Sunnah

UpdateKilat — Di tengah gema takbir yang bersahutan menyambut hari raya kurban, peran seorang Bilal dalam pelaksanaan sholat Idul Adha menempati posisi yang sangat krusial. Meski dalam sholat Id tidak dikenal adanya kumandang azan maupun iqamah, keberadaan Bilal berfungsi sebagai pemandu atau ‘dirigen’ yang memastikan prosesi ibadah berjalan khidmat dan tertib.

Filosofi dan Peran Strategis Bilal

Sebagaimana merujuk pada catatan sejarah dan hadis dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW beserta para sahabat utama seperti Abu Bakar, Umar, dan Utsman, senantiasa melaksanakan sholat Id tanpa azan dan iqamah. Sebagai gantinya, Bilal menyerukan ajakan khusus yang menggetarkan hati jamaah untuk bersiap menghadap Sang Khalik.

Read Also

Panduan Lengkap Umrah Mandiri Perempuan: Aturan Terbaru, Syarat, dan Tips Ibadah Nyaman

Panduan Lengkap Umrah Mandiri Perempuan: Aturan Terbaru, Syarat, dan Tips Ibadah Nyaman

Bagi Anda yang bertugas atau ingin mendalami tata cara ibadah ini, berikut adalah rangkaian lengkap bacaan Bilal Idul Adha yang telah disusun secara sistematis oleh tim redaksi kami.

1. Seruan Pembuka Sebelum Sholat Dimulai

Saat jamaah telah memenuhi shaf dan waktu menunjukkan dimulainya sholat, Bilal berdiri untuk memberikan komando awal. Seruan ini bertujuan untuk menyatukan fokus jamaah.

  • Seruan Pertama:
    الصَّلَاةَ جَامِعَةً
    Ash-shalāta jāmi‘ah
    (Marilah kita laksanakan shalat berjamaah).
  • Ajakan Sholat Sunnah:
    صَلُّوْا سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
    Shallū sunnatan li ‘īdil aḍḥā rak‘atayni jāmi‘ah, raḥimakumullāh.
    Artinya: “Laksanakanlah shalat sunnah Idul Adha dua rakaat secara berjamaah, semoga Allah merahmati kalian.”

Biasanya, kalimat di atas diulang sebanyak tiga kali sebagai isyarat bagi Imam untuk segera memulai niat sholat Idul Adha.

Read Also

Menjemput Keberkahan di Penghujung Syawal: Panduan Doa dan Amalan Agar Ibadah Tak Sekadar Singgah

Menjemput Keberkahan di Penghujung Syawal: Panduan Doa dan Amalan Agar Ibadah Tak Sekadar Singgah

2. Protokol Bilal Menuju Khutbah

Sesaat setelah salam terakhir di rakaat kedua, peran Bilal kembali muncul. Kali ini, tugasnya adalah mengondisikan jamaah agar tetap tenang dan mendengarkan pesan-pesan takwa dari khatib.

Bilal berdiri memegang tongkat (jika ada) dan menghadap jamaah seraya mengucap:
يَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ. اعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى…
(Teks lengkap: Yā ma‘āsyiral muslimīn wa zumratal mu’minīn, raḥimakumullāh. I‘lamū anna yaumakum hādhā yaumu ‘īdil aḍḥā, wa yaumus surūr, wa yaumul maghfūr…)

Artinya: “Wahai kaum muslimin dan golongan orang-orang mukmin, ketahuilah bahwa hari ini adalah hari raya Idul Adha, hari penuh kegembiraan dan ampunan. Jika khatib telah naik mimbar, hendaknya kalian diam dan mendengarkan dengan saksama agar mendapat rahmat Allah.”

Read Also

Menjelajahi Dunia Digital dengan Hati: 9 Panduan Adab Bermedia Sosial dalam Perspektif Islam

Menjelajahi Dunia Digital dengan Hati: 9 Panduan Adab Bermedia Sosial dalam Perspektif Islam

3. Doa dan Shalawat Saat Khatib Naik Mimbar

Sambil menunggu khatib menaiki tangga mimbar, Bilal melantunkan shalawat sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ…
Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā Muḥammad, Allāhumma shalli ‘alā sayyidinā wa maulānā Muḥammad…

Kemudian dilanjutkan dengan doa permohonan kekuatan bagi umat Islam:
اللَّهُمَّ قَوَ الْإِسْلَامَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ…
Allāhumma qawwil-islāma wal-muslimīn wal-muslimāt…
Artinya: “Ya Allah, kuatkanlah agama Islam bagi kaum muslimin dan muslimat, serta tolonglah mereka menghadapi musuh-musuh agama.”

4. Respon Takbir dan Jeda Antara Dua Khutbah

Setelah khatib mengucapkan salam pembuka, Bilal segera menyambutnya dengan gema takbir yang agung:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Di sela-sela waktu saat khatib duduk di antara dua khutbah, Bilal kembali membacakan shalawat singkat untuk menjaga kekhusyukan suasana sebelum khutbah kedua dimulai.

Memahami Hukum Sholat Idul Adha

Perlu dicatat bahwa menurut mayoritas ulama Syafi’iyyah, hukum sholat Id adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Pelaksanaannya paling baik dilakukan di tanah lapang pada pagi hari tanggal 10 Dzulhijjah, dimulai saat matahari setinggi tombak hingga sebelum waktu Zuhur tiba.

Penyegeraan sholat Idul Adha sangat disarankan agar prosesi penyembelihan kurban dapat dilakukan lebih awal. Dengan memahami urutan bacaan Bilal ini, kita tidak hanya sekadar menjalankan ritual, tetapi juga meresapi makna setiap kalimat thoyyibah yang dilantunkan dalam hari yang suci tersebut.

Ustadzah Sarah

Ustadzah Sarah

Penulis konten religi dan lulusan studi Islam yang berdedikasi menyebarkan konten positif di Kilat Islami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *