Strategi DLH Banyumas Atasi Krisis Sampah: Ekspansi TPST BLE Wlahar Wetan dan Sinergi Bank Sampah
UpdateKilat — Menghadapi volume limbah yang terus merangkak naik, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas kini tengah mematangkan proyek prestisius pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE). Fasilitas yang berlokasi di Desa Wlahar Wetan ini diproyeksikan menjadi ujung tombak solusi pengolahan limbah yang lebih modern dan berkelanjutan.
Kepala DLH Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, mengungkapkan bahwa langkah ekspansi ini diambil karena fasilitas eksisting sudah kewalahan menampung kiriman sampah. Awalnya, TPST BLE didesain hanya untuk mengolah sekitar 40 ton sampah per hari. Namun, realita di lapangan menunjukkan angka yang jauh lebih besar.
Melampaui Batas Kapasitas Desain
Saat ini, beban kerja di TPST BLE telah mencapai titik jenuh. Berdasarkan pemaparan Widodo, volume sampah organik yang masuk sudah menyentuh angka 160 ton per hari, ditambah lagi dengan 60 ton bahan Refuse-Derived Fuel (RDF). Peningkatan ini merupakan sinyal kuat bahwa infrastruktur pengelolaan sampah di Banyumas memerlukan penyegaran segera.
Wacana Fusi NasDem dan Gerindra Mencuat, Saan Mustopa Ingatkan Memori Politik 1973
“Lonjakan ini sebenarnya menunjukkan sisi positif, yaitu semakin aktifnya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di tingkat desa dalam mengumpulkan sampah. Saat ini ada sekitar 70 KSM, di mana 40 hingga 50 di antaranya sudah memiliki infrastruktur pengolahan sendiri,” ujar Widodo menjelaskan fenomena tersebut.
Secara akumulatif, KSM di seluruh Banyumas mampu menangani sekitar 500 ton sampah rumah tangga dari total timbulan harian yang mencapai kisaran 700 hingga 800 ton. Angka ini menunjukkan bahwa partisipasi publik dalam menjaga lingkungan hidup di Banyumas sudah sangat masif.
Rencana Perluasan Lahan 1,5 Hektare
Guna menyeimbangkan beban tersebut, DLH Banyumas merencanakan perluasan TPST BLE dengan menambah area seluas 1,5 hektare, hampir setara dengan luas fasilitas yang ada saat ini. Proyek ini tidak dikerjakan sendiri; proses lelang saat ini tengah ditangani oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui satuan kerja tingkat provinsi.
Harga BBM Nonsubsidi Meroket, Pramono Anung Siapkan Strategi Jitu Dorong Warga Jakarta Gunakan Transportasi Umum
Targetnya, konstruksi fisik dapat dimulai dan rampung pada tahun 2026 mendatang. Dengan perluasan ini, jangkauan layanan persampahan di Banyumas diharapkan merangkak naik dari 75 persen menjadi kisaran 78 hingga 80 persen. Meski kenaikannya terlihat moderat, fokus utamanya adalah konsistensi layanan dan pengurangan tekanan operasional pada TPST yang sudah ada.
Penguatan Bank Sampah dan Peluang Investasi
Strategi DLH Banyumas tidak hanya terpaku pada pembangunan fisik. Widodo menekankan pentingnya penguatan bank sampah di level desa. Saat ini, tercatat ada 40 unit bank sampah yang aktif, dan target ambisius telah dipasang: membentuk bank sampah di seluruh 331 wilayah (301 desa dan 30 kelurahan) di Banyumas.
Bank sampah ini nantinya akan bersinergi dengan KSM untuk mengelola limbah bernilai rendah seperti plastik kresek hingga minyak jelantah. Selain itu, pintu investasi hijau juga dibuka lebar. Pemkab Banyumas dikabarkan tengah menjajaki kerja sama dengan investor asal Malaysia untuk mengolah limbah plastik menjadi bijih plastik yang bernilai ekonomi tinggi.
WNA Pakistan Bikin Onar Pakai Bambu di Ciledug, Begini Langkah Tegas Imigrasi Tangerang
Visi Berkelanjutan: Lebih dari Sekadar Konstruksi
Bagi DLH Banyumas, keberhasilan pengelolaan sampah terletak pada kesiapan ekosistem pendukungnya. Pengembangan TPST BLE mencakup penguatan kelembagaan, kesiapan sumber daya manusia, penyusunan SOP yang ketat, serta jaminan pembiayaan operasional yang stabil.
“Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun tidak hanya menjadi monumen mati setelah konstruksi selesai. Semuanya harus berfungsi optimal, memberikan dampak nyata dalam mengurangi beban sampah, dan bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Banyumas,” pungkas Widodo Sugiri optimis.