Hilirisasi Gambir Sumatra Barat: Langkah Strategis Kementan dan BUMN Perkuat Ekonomi Petani

Budi Santoso | UpdateKilat
14 Apr 2026, 16:26 WIB
Hilirisasi Gambir Sumatra Barat: Langkah Strategis Kementan dan BUMN Perkuat Ekonomi Petani

UpdateKilat — Potensi besar komoditas gambir dari tanah Sumatra Barat kini tengah memasuki babak baru yang lebih menjanjikan. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama jajaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilaporkan tengah menseriusi rencana strategis dalam melakukan hilirisasi tanaman gambir guna memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih signifikan bagi para petani lokal serta daerah setempat.

Langkah progresif ini ditegaskan langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di sela kunjungannya ke Kabupaten Padang Pariaman. Amran mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang dalam tahap pemetaan intensif bersama BUMN untuk merealisasikan rencana pembangunan pabrik pengolahan gambir tersebut.

Dominasi Gambir Sumatra Barat di Pasar Dunia

Sumatra Barat bukan sekadar pemain kecil dalam industri ini. Berdasarkan data yang dihimpun, provinsi ini menyumbang sekitar 80 persen dari total pasokan gambir global. Kontribusi raksasa ini terutama berasal dari dua wilayah sentra utama, yakni Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Read Also

Diplomasi Tingkat Tinggi di Kremlin: Presiden Prabowo Siap Hadiri Agenda Internasional di Rusia Atas Undangan Putin

Diplomasi Tingkat Tinggi di Kremlin: Presiden Prabowo Siap Hadiri Agenda Internasional di Rusia Atas Undangan Putin

Tanaman dengan nama latin Uncaria rhynchophylla ini memiliki prospek yang sangat cerah. Namun, selama ini manfaat ekonominya dinilai belum maksimal karena masih bergantung pada penjualan bahan mentah. Dengan adanya agenda pertanian yang berfokus pada pengolahan hasil panen, diharapkan ketergantungan terhadap pasar luar negeri dalam bentuk bahan baku dapat dikurangi.

Kolaborasi PTPN IV dan Pembangunan Pabrik

Merespons sinyal positif dari pusat, Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, memberikan keterangan tambahan terkait teknis pelaksanaan di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa operasional pabrik pengolahan tersebut nantinya akan dikelola langsung oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV. Lokasi pembangunan pabrik diprediksi kuat akan bertempat di Kabupaten Limapuluh Kota, mengingat wilayah tersebut merupakan jantung dari produksi gambir nasional.

Read Also

Tragedi Berdarah di Bandara Maluku Tenggara: Ketua DPC Golkar Nus Kei Meninggal Dunia Usai Ditikam

Tragedi Berdarah di Bandara Maluku Tenggara: Ketua DPC Golkar Nus Kei Meninggal Dunia Usai Ditikam

Langkah ini diambil untuk memutus rantai distribusi yang panjang dan memastikan petani mendapatkan harga yang lebih kompetitif. Hilirisasi ini diharapkan mampu mengubah wajah industri gambir dari sekadar komoditas perkebunan menjadi produk industri bernilai tinggi.

Tren Positif Ekspor Gambir

Meskipun saat ini masih didominasi produk mentah, performa ekspor gambir Sumatra Barat terus menunjukkan tren kenaikan yang menggembirakan dalam dua tahun terakhir. Destinasi utama pengiriman komoditas ini tetap terkonsentrasi pada pasar Asia Selatan, khususnya India dan Pakistan.

Sebagai gambaran, pada tahun 2024, volume ekspor gambir tercatat menyentuh angka 13.482 ton dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp574,7 miliar. Angka ini mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan capaian tahun 2023 yang berada di level 11.865 ton. Dengan hadirnya pabrik pengolahan dalam waktu dekat, nilai ekonomi ini diprediksi akan melesat jauh lebih tinggi lagi, membawa kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Sumatra Barat.

Read Also

Meta Resmi Naikkan Batas Usia Pengguna Jadi 16 Tahun di Indonesia demi Patuhi PP Tunas

Meta Resmi Naikkan Batas Usia Pengguna Jadi 16 Tahun di Indonesia demi Patuhi PP Tunas
Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *