7 Amalan Pembuka Tahun Hijriah Sesuai Sunnah: Kunci Keberkahan dan Penghapus Dosa di Bulan Muharram

Ustadzah Sarah | UpdateKilat
14 Jun 2026, 08:55 WIB
7 Amalan Pembuka Tahun Hijriah Sesuai Sunnah: Kunci Keberkahan dan Penghapus Dosa di Bulan Muharram

UpdateKilat — Momentum pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar seremoni pergantian angka di penanggalan. Bagi umat Muslim, bulan Muharram yang menandai awal tahun adalah gerbang menuju transformasi spiritual yang lebih mendalam. Di titik inilah, setiap individu diajak untuk menoleh sejenak ke belakang dalam sebuah fase muhasabah, lalu melangkah maju dengan optimisme yang dibangun di atas fondasi ibadah yang kuat.

Muharram bukanlah bulan biasa. Dalam kacamata syariat, ia menyandang status sebagai salah satu dari empat bulan haram (suci) yang dimuliakan Allah SWT. Keistimewaan ini menjadikan setiap detik di dalamnya sangat berharga untuk mendulang pahala. Sebagaimana dilaporkan oleh tim redaksi kami, menyikapi awal tahun dengan amalan-amalan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW adalah cara terbaik untuk menjemput rida Ilahi sepanjang tahun ke depan.

Read Also

Persiapan Umrah 2025: 12 Detail Krusial yang Sering Terabaikan dan Tips Jitu Menghadapinya

Persiapan Umrah 2025: 12 Detail Krusial yang Sering Terabaikan dan Tips Jitu Menghadapinya

Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam karyanya menekankan bahwa penyebutan Muharram sebagai Syahrullah (Bulan Allah) merupakan bentuk pengagungan yang luar biasa. Status mulia ini menjadikannya sebuah “madrasah” tahunan bagi umat untuk memperbaiki diri. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai tujuh amalan utama pembuka tahun Hijriah yang telah dirangkum oleh UpdateKilat untuk membimbing Anda meraih keberkahan yang maksimal.

1. Memperbanyak Puasa Sunnah (Puasa Mutlak)

Langkah pertama yang sangat dianjurkan untuk mengawali tahun dengan penuh keberkahan adalah dengan memperbanyak ibadah puasa sunnah di sepanjang bulan Muharram. Syariat Islam menempatkan ibadah puasa di bulan ini pada kedudukan yang sangat tinggi, bahkan satu tingkat di bawah puasa wajib Ramadhan.

Read Also

Update Haji 2026: Seluruh Jemaah Indonesia Tiba di Makkah, Persiapan Puncak Haji Armuzna Dimulai

Update Haji 2026: Seluruh Jemaah Indonesia Tiba di Makkah, Persiapan Puncak Haji Armuzna Dimulai

Landasan utamanya merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, di mana Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Al-Muharram. Dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim). Penisbatan langsung nama bulan ini kepada Allah memberikan sinyal kuat bahwa ada rahasia kemuliaan besar bagi mereka yang mau menahan lapar dan dahaga demi mendekatkan diri kepada-Nya.

Meskipun Rasulullah tidak berpuasa sebulan penuh, para ulama menyepakati bahwa memperbanyak frekuensi puasa sunnah di bulan ini—seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Daud—adalah cara terbaik untuk membersihkan jiwa di awal tahun. Ini adalah momen emas untuk melakukan detoksifikasi spiritual setelah melewati sebelas bulan sebelumnya.

Read Also

8 Kesalahan Fatal Thawaf yang Sering Dilakukan Jamaah Pemula: Panduan Lengkap Agar Ibadah Sah dan Berkah

8 Kesalahan Fatal Thawaf yang Sering Dilakukan Jamaah Pemula: Panduan Lengkap Agar Ibadah Sah dan Berkah

2. Menjalankan Puasa Tasu’a dan Asyura

Di antara hari-hari di bulan Muharram, terdapat dua tanggal yang memiliki magnet pahala luar biasa, yaitu tanggal 9 (Tasu’a) dan 10 (Asyura). Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram merupakan amalan yang sangat istimewa karena memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa setahun yang lalu.

Namun, yang menarik adalah anjuran untuk menyertai puasa Asyura dengan puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram. Hal ini dimaksudkan sebagai mukhalafah atau pembeda dengan tradisi kaum Yahudi yang juga mengagungkan hari ke-10. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Seandainya aku masih hidup tahun depan, niscaya sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim).

Dengan mengamalkan keduanya, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa kecilnya di masa lalu, tetapi juga menunjukkan kepatuhan yang utuh terhadap strategi ibadah yang diajarkan Nabi. Ini adalah awal yang sangat bersih untuk memulai lembaran baru kehidupan Anda.

3. Melakukan Taubat Nasuha dan Menghindari Kezaliman

Keberkahan hidup tidak akan pernah turun jika seseorang masih bergelimang dalam kemaksiatan yang tidak disesali. Oleh karena itu, melakukan taubat nasuha adalah amalan fundamental di awal tahun Hijriah. Mengingat Muharram adalah bulan haram, bobot sebuah perbuatan—baik itu ketaatan maupun kemaksiatan—akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

Dalam QS. At-Taubah ayat 36, Allah mengingatkan agar kita tidak menzalimi diri sendiri di bulan-bulan suci tersebut. Ibnu Abbas menjelaskan bahwa dosa yang dilakukan di bulan-bulan haram memiliki konsekuensi yang lebih berat. Sebaliknya, amal shalih yang dikerjakan juga akan diganjar dengan pahala yang jauh lebih besar.

Mulailah tahun ini dengan melakukan audit diri. Tinggalkan kezaliman kepada sesama manusia dan berhentilah merusak diri sendiri dengan perilaku maksiat. Menjaga diri dari larangan Allah di bulan ini adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap kesucian waktu yang telah Allah tetapkan.

4. Memurnikan Akidah dari Khurafat dan Mitos

Sangat disayangkan, di sebagian lapisan masyarakat, kedatangan awal tahun Hijriah (yang sering disebut bulan Suro) justru kerap diwarnai dengan ritual-ritual yang menjerumus pada kesyirikan atau mitos. Ada anggapan bahwa Muharram adalah bulan sial, sehingga muncul larangan menikah, membangun rumah, hingga adanya ritual memandikan benda pusaka yang dianggap keramat.

Islam dengan tegas menolak paham thiyarah atau menganggap sial pada waktu atau benda tertentu. Akidah yang murni adalah kunci keberkahan. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya tanpa takdir Allah dan tidak ada kesialan yang dibawa oleh waktu tertentu.

Membuka tahun dengan membersihkan hati dari segala bentuk khurafat adalah langkah cerdas. Serahkan segala urusan dan tawakal hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan keyakinan yang lurus, Anda akan melangkah di tahun baru dengan mentalitas yang tangguh dan penuh optimisme, tanpa dibayang-bayangi ketakutan yang tidak berdasar.

5. Menghidupkan Shalat Malam (Qiyamul Lail)

Dalam hadits yang sama mengenai keutamaan puasa Muharram, Rasulullah SAW juga menyandingkan keutamaan bulan ini dengan ibadah shalat malam. Kombinasi antara puasa di siang hari dan tahajjud di malam hari merupakan resep paling ampuh bagi siapa saja yang ingin merasakan kedekatan luar biasa dengan sang Pencipta.

Membangun rutinitas shalat malam di awal tahun akan membentuk karakter disiplin dan ketenangan batin. Di saat mayoritas orang terlelap, Anda berdiri menghadap Allah untuk memohon bimbingan dan perlindungan sepanjang tahun ke depan. Getaran spiritual dari shalat malam ini akan menjadi energi positif yang menemani aktivitas harian Anda.

6. Melipatgandakan Sedekah dan Amal Shalih Umum

Zona waktu di bulan Muharram adalah waktu di mana “investasi akhirat” memberikan imbal hasil yang berlipat ganda. Oleh karena itu, memperbanyak sedekah jariyah, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir sangat direkomendasikan untuk ditingkatkan intensitasnya.

Tim redaksi menyarankan agar pemberian sedekah dilakukan secara konsisten di sepanjang bulan, tanpa perlu mengkhususkannya hanya pada satu hari tertentu. Meskipun menyantuni anak yatim adalah perbuatan mulia, janganlah terjebak pada anggapan bahwa itu hanya memiliki nilai di hari Asyura saja. Menjadikan sedekah sebagai gaya hidup di awal tahun akan membuka pintu-pintu rezeki yang tak terduga.

7. Menuntut Ilmu dan Mempererat Silaturahmi

Menutup rangkaian amalan pembuka tahun, penting bagi setiap Muslim untuk memperbarui komitmennya terhadap ilmu agama. Menghadiri majelis ilmu di awal tahun merupakan cara efektif untuk me-recharge iman yang mungkin sempat memudar. Dengan ilmu, kita dapat menjalankan ibadah dengan cara yang benar sesuai tuntunan syariat.

Selain itu, mempererat kembali tali silaturahmi yang sempat renggang di tahun sebelumnya akan mendatangkan keberkahan umur dan rezeki. Memulai tahun dengan hati yang bersih dari dendam dan permusuhan akan membuat perjalanan hidup Anda di tahun Hijriah ini terasa jauh lebih ringan dan bahagia.

Sebagai kesimpulan, menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai landasan utama dalam menyambut tahun baru adalah pilihan terbaik. Dengan menjalankan ketujuh amalan di atas, insya Allah kita akan melangkah di tahun yang baru dengan limpahan rahmat, perlindungan, dan kesuksesan dari Allah SWT. Mari jadikan Muharram kali ini sebagai titik balik menuju diri yang lebih baik.

Ustadzah Sarah

Ustadzah Sarah

Penulis konten religi dan lulusan studi Islam yang berdedikasi menyebarkan konten positif di Kilat Islami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *