Rahasia Konten Viral Terbongkar: IMDE dan BukanCumaPosting Bedah Strategi ‘Winning Content’ untuk Melejitkan Views

Aris Setiawan | UpdateKilat
11 Jun 2026, 08:55 WIB
Rahasia Konten Viral Terbongkar: IMDE dan BukanCumaPosting Bedah Strategi 'Winning Content' untuk Melejitkan Views

UpdateKilat — Di tengah belantara digital yang semakin sesak, kemampuan untuk mencuri perhatian audiens bukan lagi sekadar hobi, melainkan sebuah mata uang baru. Siapa yang berhasil menguasai psikologi massa di balik layar gawai, dialah yang akan memegang kendali atas pertumbuhan bisnis dan karier di masa depan. Menyadari urgensi tersebut, Program Studi D4 Produksi Media Institut Media Digital Emtek (IMDE) mengambil langkah progresif dengan membekali para mahasiswanya melalui kuliah praktisi eksklusif bertajuk Social Media Strategy pada Selasa, 9 Juni 2026.

Filosofi Ikigai dalam Penciptaan Konten

Membangun konten yang mampu menembus algoritma media sosial sering kali dianggap sebagai sebuah keberuntungan belaka. Namun, dalam sesi yang berlangsung interaktif ini, terungkap bahwa ada metodologi yang sangat terukur di baliknya. Menariknya, strategi ini diibaratkan seperti mencari Ikigai, sebuah filosofi hidup dari Jepang yang menekankan pada keseimbangan dan tujuan hidup.

Read Also

Rahasia Transformasi Diri: 6 Trik Ampuh Agar Anda Tidak Lagi Menjadi Sosok yang Membosankan

Rahasia Transformasi Diri: 6 Trik Ampuh Agar Anda Tidak Lagi Menjadi Sosok yang Membosankan

Dalam lanskap digital, strategi konten yang sukses lahir ketika seorang kreator mampu menemukan titik temu antara apa yang mereka sukai dengan apa yang dibutuhkan oleh publik. Era membagikan dokumentasi pribadi secara asal-asalan demi kesenangan semata telah berakhir. Kini, setiap unggahan harus memiliki nilai tambah yang relevan bagi audiens agar bisa meledak di pasaran.

Menyelami Metode FLSR: Evolusi dari Teknik ATM

Kuliah umum yang dipandu oleh dosen Rifa Yusya Adilah ini menghadirkan dua sosok fenomenal di industri kreatif, yakni Oka Pangestu dan Hasanul Bana. Sebagai Co-Founder dari @BukanCumaPosting, keduanya telah terbukti berhasil membantu ribuan akun tumbuh secara organik melalui pendekatan yang tidak hanya mengandalkan viralitas, tetapi juga dampak nyata.

Read Also

Waspada Saat Belanja! Inilah 5 Tanda Frozen Food Masih Layak Konsumsi Menurut Pakar Kuliner Denpasar

Waspada Saat Belanja! Inilah 5 Tanda Frozen Food Masih Layak Konsumsi Menurut Pakar Kuliner Denpasar

Oka Pangestu memperkenalkan sebuah kerangka kerja baru yang disebut FLSR (Finding, Listing, Sorting, Recreating). Metode ini merupakan evolusi dari teknik konvensional ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) yang sering kali disalahpahami oleh kreator pemula. Berikut adalah rincian mendalam dari framework FLSR:

  • Finding: Tahap awal ini mengharuskan kreator untuk melakukan riset mendalam guna menemukan akun atau konten ‘top tier’ yang berada di segmen yang sama (niche).
  • Listing: Setelah menemukan referensi, kreator harus mencatat dan membedah seluruh elemen sukses dari konten tersebut, mulai dari visual, naskah, hingga pilihan musik latar.
  • Sorting: Tidak semua konten populer layak untuk diikuti. Tahap ini menuntut ketajaman analisis untuk menentukan konten mana yang paling sesuai dengan kapasitas dan target pasar kita.
  • Recreating: Langkah terakhir adalah memproduksi ulang dengan menyisipkan keunikan personal. Tujuannya adalah menjaga autentisitas agar terhindar dari praktik plagiarisme yang merugikan.

“Anggaplah ada konten dengan jutaan views. Itulah performa terbaik yang harus kita bedah. Kita harus memahami mengapa pasar menyukai konten tersebut sebelum kita mulai memproduksi sesuatu yang baru,” jelas Oka di hadapan para mahasiswa yang antusias menyerap ilmu digital marketing tersebut.

Read Also

Kebangkitan Animasi Nasional: Mengupas Tuntas Mahakarya ‘Garuda di Dadaku’ Bersama 500 Animator Nusantara

Kebangkitan Animasi Nasional: Mengupas Tuntas Mahakarya ‘Garuda di Dadaku’ Bersama 500 Animator Nusantara

Sains di Balik Tiga Detik Pertama

Jika Oka fokus pada strategi makro, Hasanul Bana atau yang akrab disapa Hasan, membedah anatomi mikro dari sebuah video pendek. Di era ledakan informasi seperti sekarang, rentang perhatian manusia menjadi sangat pendek. Hasan menekankan bahwa ‘hidup dan mati’ sebuah konten ditentukan pada tiga detik pertama.

Untuk memenangkan pertarungan melawan jari audiens yang terus melakukan scrolling, BukanCumaPosting merumuskan anatomi winning content yang terdiri dari empat pilar utama:

  1. Start With Hook: Pengait yang kuat di awal video.
  2. Build Tension: Membangun ketegangan agar penonton tidak bosan.
  3. Reveal The Solution: Memberikan jawaban atau solusi atas permasalahan yang diangkat.
  4. Call To Value (CTV): Ajakan bertindak yang memberikan nilai manfaat bagi audiens.

“Ada tiga elemen kunci dalam hook yang harus sinkron dalam tiga detik pertama: visual yang menangkap mata, audio yang menggugah telinga, dan teks yang memancing rasa penasaran. Jika ketiga unsur ini gagal, maka konten Anda akan tenggelam,” ungkap Hasan dengan lugas.

Membangun Tension dan Transisi Menuju Call To Value

Hasan lebih lanjut menjelaskan bahwa sebuah konten yang hanya mengandalkan hook tanpa isi yang kuat akan ditinggalkan di tengah jalan. Penonton butuh alasan untuk tetap bertahan hingga detik terakhir. Di sinilah peran penting dari membangun Tension atau ketegangan melalui elemen konflik, kontras, atau bahkan teknik cliffhanger yang membuat penasaran.

Psikologi audiens harus didorong untuk menemukan solusi yang ditawarkan di akhir video. Selain itu, ada pergeseran menarik dalam cara menutup konten. Jika sebelumnya kita mengenal Call To Action (CTA) seperti “jangan lupa follow”, kini konsep tersebut bergeser menjadi Call To Value (CTV). Kreator harus mampu menjelaskan nilai apa yang akan didapatkan audiens jika mereka mengikuti arahan tersebut, sehingga interaksi yang terjadi jauh lebih organik dan bermakna.

Integrasi Teknologi AI dan Efisiensi Produksi

Selain strategi kreatif, para mahasiswa IMDE juga dibekali dengan pengenalan berbagai alat pendukung berbasis kecerdasan buatan (AI). Di era yang serba cepat ini, penggunaan AI bukan lagi sebuah opsi, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi produksi. Dengan bantuan teknologi, proses riset konten, penyusunan skrip, hingga penyuntingan video dapat dilakukan dengan jauh lebih cepat tanpa mengurangi kualitas pesan yang ingin disampaikan.

Sesi bedah konten secara personal menjadi salah satu bagian yang paling dinanti. Para mahasiswa mendapatkan kesempatan langka untuk mendapatkan umpan balik langsung dari praktisi industri mengenai karya-karya yang telah mereka buat. Hal ini memberikan perspektif nyata tentang bagaimana standar industri produksi media yang sebenarnya di lapangan.

Komitmen IMDE dalam Mencetak Praktisi Media Masa Depan

Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi ilmu yang diberikan, Ketua Program Studi D4 Produksi Media IMDE, Teguh Setiawan, bersama Rifa Yusya Adilah memberikan sertifikat penghargaan kepada Hasanul Bana dan Oka Pangestu. Kolaborasi antara dunia akademik dan industri seperti ini dianggap sangat krusial.

Menurut Teguh, penguasaan strategi media sosial saat ini merupakan kompetensi inti yang harus dimiliki oleh setiap calon praktisi media. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya sekadar bisa membuat video yang bagus secara visual, tetapi juga memahami strategi dan psikologi di balik keberhasilan sebuah konten. Kehadiran praktisi memberikan perspektif yang melengkapi teori di kelas, sehingga lulusan kami lebih siap menghadapi tantangan di industri kreatif yang sangat dinamis,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung di kampus IMDE ini diakhiri dengan sesi foto bersama, menandai berakhirnya sebuah kelas yang penuh dengan wawasan baru. Melalui pembekalan seperti ini, diharapkan para mahasiswa mampu menjadi kreator yang tidak hanya mengejar angka views, tetapi juga mampu membangun komunitas yang loyal dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Pengamat sosial dan jurnalis warga yang fokus pada isu-isu kemasyarakatan di kanal Kilat Citizen.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *