Mendulang Ketenangan Batin: 6 Amalan Dzikir Setelah Salat Idul Adha dan Makna di Baliknya

Ustadzah Sarah | UpdateKilat
27 Mei 2026, 12:56 WIB
Mendulang Ketenangan Batin: 6 Amalan Dzikir Setelah Salat Idul Adha dan Makna di Baliknya

UpdateKilat — Di tengah gema takbir yang membahana memenuhi angkasa pada pagi hari 10 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh penjuru dunia merayakan salah satu momentum paling sakral dalam kalender hijriah: Hari Raya Idul Adha. Ibadah ini bukan sekadar ritual menyembelih hewan kurban atau berkumpul di lapangan terbuka untuk melaksanakan sholat Idul Adha berjamaah. Lebih dari itu, Idul Adha adalah sebuah perjalanan spiritual untuk kembali kepada fitrah pengabdian kepada Sang Khalik.

Secara etimologi, kata ‘Ied’ berakar dari kata al-‘aud yang berarti sesuatu yang kembali. Ini mengisyaratkan bahwa hari raya adalah momentum kebahagiaan yang berulang setiap tahunnya. Namun, kebahagiaan sejati tidak hanya terletak pada hidangan lezat atau pakaian baru. Esensi terdalam dari hari raya ini adalah upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT demi meraih ketenangan hati di tengah hiruk-pikuk dunia yang sering kali melelahkan.

Read Also

Waspada Penyakit Hati: 6 Materi Kultum Tentang Bahaya Ujub di Tengah Gempuran Konten Pamer Sedekah

Waspada Penyakit Hati: 6 Materi Kultum Tentang Bahaya Ujub di Tengah Gempuran Konten Pamer Sedekah

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Rad: 28). Ayat ini menjadi fondasi kuat bahwa dzikir bukan sekadar komat-kamit lisan, melainkan jangkar bagi jiwa yang sedang terombang-ambing. Berikut adalah panduan lengkap mengenai amalan dzikir setelah salat Idul Adha yang dapat Anda praktikkan untuk meraih kedamaian batin yang hakiki.

1. Mengumandangkan Takbir sebagai Wujud Keagungan

Dzikir yang paling utama dan menjadi identitas hari raya adalah takbir. Setelah melaksanakan ibadah kurban dan salat Ied, umat Islam sangat dianjurkan untuk terus membasahi lidah dengan kalimat kebesaran Allah. Hal ini selaras dengan perintah Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 untuk mengagungkan-Nya atas petunjuk yang telah diberikan.

Read Also

Navigasi Ibadah: Memahami Titik Rawan Tersesat di Masjidil Haram bagi Jemaah Haji Indonesia

Navigasi Ibadah: Memahami Titik Rawan Tersesat di Masjidil Haram bagi Jemaah Haji Indonesia

Takbir ini termasuk dalam kategori takbir mutlak yang disunnahkan untuk dibaca mulai dari malam Idul Adha hingga akhir hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Berikut adalah bacaan takbir yang bisa Anda lantunkan:

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illallāh, wallāhu akbar, Allāhu akbar, wa lillāhil hamd.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah.”

2. Mengamalkan Dzikir Arba’ah (Empat Kalimat Utama)

Terdapat empat kalimat yang sangat dicintai Allah, yang sering disebut sebagai Dzikir Arba’ah. Keempat kalimat ini memiliki kekuatan luar biasa dalam menghapuskan dosa dan memberikan ketenangan yang mendalam. Para ulama menganjurkan agar setiap kalimat di bawah ini dibaca sebanyak 33 kali setelah salat.

Read Also

Persiapan Umrah 2025: 12 Detail Krusial yang Sering Terabaikan dan Tips Jitu Menghadapinya

Persiapan Umrah 2025: 12 Detail Krusial yang Sering Terabaikan dan Tips Jitu Menghadapinya
  • Tasbih: Subhaanallaah (Maha Suci Allah). Kalimat ini menyucikan pikiran kita dari prasangka buruk kepada takdir.
  • Tahmid: Alhamdulillaah (Segala puji bagi Allah). Sebagai wujud syukur atas segala nikmat, baik yang terasa maupun yang tersembunyi.
  • Tahlil: Laa ilaaha illallaah (Tiada Tuhan selain Allah). Meneguhkan kembali tauhid di dalam hati.
  • Takbir: Allaahu Akbar (Allah Maha Besar). Menyadari betapa kecilnya masalah kita di hadapan kebesaran Allah.

Rasulullah SAW dalam sebuah hadits riwayat Bukhari menjelaskan bahwa amalan ini merupakan hadiah bagi hamba-Nya yang ingin mengejar ketertinggalan pahala, sehingga hati pun merasa cukup dan tenang.

3. Istighfar dan Doa Keselamatan (Allahumma Antas Salam)

Setelah kita melakukan amalan sunnah yang besar seperti salat Ied, mengapa kita dianjurkan beristighfar? Hal ini karena manusia tidak pernah luput dari kekurangan, bahkan dalam ibadahnya sekalipun. Istighfar adalah cara kita mengakui bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah.

Bacalah: Astaghfirullāhal ‘azhīm alladzī lā ilāha illā huwal hayyul qayyūmu wa atūbu ilaih.

Setelah itu, sambunglah dengan doa permohonan keselamatan jiwa dan raga:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allāhumma antas salām wa minkas salām, tabārakta yā dzal jalāli wal ikrām.

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah keselamatan dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau wahai Dzat Yang Maha Agung dan Mulia.” Doa ini sangat efektif untuk meredam kecemasan dan menghadirkan rasa aman.

4. Dzikir Hauqalah: Penyerahan Diri Total

Sering kali kegelisahan hati muncul karena kita merasa harus memikul beban dunia di pundak sendiri. Dzikir Hauqalah adalah penawar bagi perasaan terbebani tersebut. Dengan berucap “Lā haula wa lā quwwata illā billāh” (Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah), kita sedang melepas ego dan bersandar sepenuhnya pada kekuatan Tuhan.

Amalan ini mengajarkan tawakal. Saat kita menyadari bahwa segala sesuatu bergerak atas izin-Nya, maka kekhawatiran akan masa depan atau penyesalan akan masa lalu akan perlahan memudar, digantikan oleh rasa tenang yang stabil.

5. Doa Memohon Penerimaan Amal (Taqabbalallahu Minna)

Tidak ada kekhawatiran yang lebih besar bagi seorang mukmin selain takut amal ibadahnya tidak diterima. Oleh karena itu, setelah lelah menjalankan rangkaian ibadah di bulan Dzulhijjah, panjatkanlah doa harian agar setiap tetes keringat dan harta yang dikeluarkan menjadi berkah.

Allāhumma taqabbal minnā shalātanā wa nusukanā wa qurbānanā wa a‘mālanā.

Artinya: “Ya Allah, terimalah dari kami salat kami, ibadah kami, kurban kami, dan amal-amal kami.” Membaca doa ini memberikan rasa lega karena kita telah menitipkan jerih payah kita kepada sebaik-baiknya penerima titipan.

6. Doa Nafsun Muthma’innah: Mencapai Jiwa yang Tenang

Puncak dari segala dzikir adalah pencapaian kondisi nafsun muthma’innah atau jiwa yang tenang. Dalam buku Doa Dzikir Muslimah, disebutkan sebuah doa yang secara spesifik memohon ketenangan jiwa agar kita selalu rida dengan ketetapan Allah.

“Allahumma inni as aluka nafsaan bika muthma innah tu,minu biliqooika watardho biqodoika wataqna’u bi’athoika.”

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridha dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.” Doa ini adalah obat bagi mereka yang sering merasa kurang atau tidak puas dengan kehidupannya.

Hikmah di Balik Basahnya Lidah dengan Dzikir

Mengapa kita sangat ditekankan untuk berdzikir setelah momen besar seperti Idul Adha? Jawabannya terletak pada transformasi spiritual yang terjadi di dalam diri. Dzikir berfungsi sebagai benteng yang menjaga kita agar tidak segera “anjlok” kembali ke dalam urusan duniawi yang penuh intrik setelah merasakan manisnya ibadah.

Pertama, dzikir memperkuat kehadiran Allah dalam setiap langkah kita. Kedua, pada hari-hari Tasyrik, pahala setiap amal kebaikan dilipatgandakan, sehingga ini adalah waktu terbaik untuk “panen” pahala. Ketiga, secara psikologis, repetisi kalimat thoyyibah dapat menurunkan tingkat hormon stres dan menstabilkan detak jantung.

Mari jadikan momentum Idul Adha tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih tenang, lebih tawakal, dan lebih dekat dengan Sang Pencipta melalui rangkaian dzikir yang tulus. Selamat Idul Adha, semoga Allah menerima segala amal ibadah kita.

Ustadzah Sarah

Ustadzah Sarah

Penulis konten religi dan lulusan studi Islam yang berdedikasi menyebarkan konten positif di Kilat Islami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *