Amuk Si Jago Merah di Daan Mogot: Bangunan Kantin Hangus Terbakar, Puluhan Personel Damkar Berjibaku di Lokasi

Budi Santoso | UpdateKilat
22 Mei 2026, 00:55 WIB
Amuk Si Jago Merah di Daan Mogot: Bangunan Kantin Hangus Terbakar, Puluhan Personel Damkar Berjibaku di Lokasi

UpdateKilat — Malam yang seharusnya tenang di kawasan Jakarta Barat seketika berubah menjadi mencekam ketika kobaran api melahap sebuah bangunan di kawasan Daan Mogot. Insiden kebakaran hebat kembali dilaporkan terjadi, kali ini menyasar sebuah bangunan kantin atau bangunan umum pelengkap (BUP) yang terletak di lokasi strategis Jalan Daan Mogot RT 11 RW 06, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Kejadian yang berlangsung pada Kamis (21/5/2026) malam tersebut memaksa puluhan petugas pemadam kebakaran untuk bekerja ekstra keras di tengah kegelapan malam guna mencegah api merembet ke pemukiman penduduk yang padat.

Kronologi Kejadian: Alarm Bahaya di Tengah Malam

Peristiwa memilukan ini bermula ketika jarum jam menunjukkan pukul 22.40 WIB. Di saat sebagian besar warga mulai beristirahat, kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari area kantin tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi dari Command Center Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, laporan pertama kali diterima oleh petugas piket tepat pada pukul 22.40 WIB melalui sambungan darurat.

Read Also

Skandal Narkoba Hotel Jakarta Barat: Bongkar Jaringan Lapas Cipinang dan Modus Vape Etomidate

Skandal Narkoba Hotel Jakarta Barat: Bongkar Jaringan Lapas Cipinang dan Modus Vape Etomidate

Kasi Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, dalam keterangannya mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat sesaat setelah menerima laporan tersebut. Hanya dalam hitungan satu menit, tepatnya pukul 22.41 WIB, armada pertama langsung diberangkatkan menuju titik lokasi kejadian. Kecepatan respon ini menjadi sangat krusial mengingat karakteristik bangunan di kawasan Cengkareng yang seringkali memiliki jarak antar bangunan yang cukup rapat.

Petugas tiba di lokasi pada pukul 22.51 WIB dan segera melakukan penilaian situasi. Hanya satu menit berselang, operasi pemadaman secara resmi dimulai pukul 22.52 WIB. Suasana di lapangan dilaporkan sangat dinamis, dengan api yang terlihat berkobar hebat disertai suara gemeretak material bangunan yang terbakar.

Read Also

Diplomasi Maung Putis: Gebrakan Presiden Prabowo di KTT ke-48 ASEAN Filipina yang Curi Perhatian Dunia

Diplomasi Maung Putis: Gebrakan Presiden Prabowo di KTT ke-48 ASEAN Filipina yang Curi Perhatian Dunia

Respon Cepat Petugas: 8 Mobil Pemadam Diterjunkan

Mengingat intensitas api yang cukup besar dan potensi perambatan yang tinggi, otoritas pemadam kebakaran tidak mau mengambil risiko. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Pengerahan armada ini mencakup berbagai jenis kendaraan, mulai dari pompa medium hingga unit pendukung suplai air guna memastikan ketersediaan air selama proses pemadaman berlangsung.

Tidak kurang dari 40 personel pemadam kebakaran berseragam lengkap diterjunkan untuk menjinakkan si jago merah. Para petugas ini harus berhadapan dengan suhu panas yang ekstrem dan asap tebal yang menyelimuti area kantin tersebut. Kerja sama tim yang solid terlihat jelas saat para petugas berbagi peran; ada yang bertugas melakukan penyemprotan langsung ke titik api, sementara tim lainnya bertugas melakukan lokalisir agar api tidak menyeberang ke bangunan lain di sekitarnya.

Read Also

Unhas Pimpin Revolusi Makan Bergizi Gratis di Indonesia Timur: Bukan Sekadar Program, Tapi Laboratorium Masa Depan

Unhas Pimpin Revolusi Makan Bergizi Gratis di Indonesia Timur: Bukan Sekadar Program, Tapi Laboratorium Masa Depan

“Objek yang terbakar adalah Kantin atau BUP. Fokus utama kami saat ini adalah melokalisir perambatan agar dampaknya tidak meluas ke area sekitarnya,” ujar Syaiful Kahfi dalam keterangan resminya yang diterima tim redaksi pada malam kejadian tersebut. Kehadiran petugas pemadam kebakaran di tengah pemukiman padat Jakarta Barat selalu menjadi harapan bagi warga yang merasa was-was akan keselamatan tempat tinggal mereka.

Tantangan di Lapangan dan Penetapan Status Merah

Hingga laporan terakhir diterima menjelang tengah malam, situasi di Jalan Daan Mogot masih dikategorikan dalam “Status Merah”. Dalam terminologi pemadam kebakaran, status ini menandakan bahwa api masih berkobar aktif dan proses pemadaman masih berada dalam tahap krusial. Petugas di lapangan terus berupaya mencari celah untuk memutus jalur api yang terus melahap material mudah terbakar di dalam kantin.

Beberapa tantangan sempat mewarnai proses pemadaman ini. Selain kondisi gelap, akses menuju titik api dan material bangunan yang mungkin mudah terbakar menjadi faktor yang dipertimbangkan secara matang oleh tim Gulkarmat. Warga sekitar pun tampak berkumpul di sekitar lokasi, meski petugas berulang kali menghimbau agar masyarakat memberikan ruang bagi armada pemadam untuk melintas dan bekerja.

“Pemadaman masih berlangsung dan petugas masih terus berupaya di lapangan. Status saat ini masih merah,” tegas Syaiful singkat saat memberikan pembaruan mengenai kondisi terkini di lokasi kejadian. Semangat pantang menyerah para petugas ini menjadi bukti dedikasi mereka dalam melindungi warga Jakarta dari ancaman kebakaran Jakarta Barat.

Jejak Kebakaran di Cengkareng: Mengapa Kawasan Ini Rentan?

Insiden kebakaran di wilayah Cengkareng bukanlah hal yang baru. Kawasan ini merupakan salah satu wilayah di Jakarta Barat yang memiliki tingkat aktivitas ekonomi dan kepadatan bangunan yang tinggi. Sebelumnya, publik juga sempat dikejutkan dengan kebakaran gudang plastik di kawasan yang sama, yang proses pendinginannya bahkan memakan waktu berhari-hari. Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya penanganan kebakaran di wilayah ini.

Kantin atau bangunan umum pelengkap seringkali menjadi lokasi yang rentan karena keberadaan peralatan memasak, instalasi listrik yang mungkin sudah berumur, hingga penyimpanan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti gas LPG. Meskipun penyebab pasti kebakaran kali ini belum bisa dipastikan, kejadian ini menambah daftar panjang peristiwa kebakaran di Jakarta Barat yang perlu menjadi perhatian serius bagi pemangku kepentingan dan pemilik usaha.

Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada dan memastikan bahwa instalasi keamanan gedung, terutama terkait pencegahan api, selalu dalam kondisi prima. Penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) di area kantin seharusnya menjadi standar wajib guna melakukan penanganan awal sebelum petugas profesional tiba di lokasi.

Pentingnya Mitigasi dan Deteksi Dini Kebakaran

Kebakaran yang melanda kantin di Daan Mogot ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak tentang betapa pentingnya sistem deteksi dini. Kebakaran seringkali terjadi akibat hal-hal sepele yang terabaikan, seperti korsleting listrik dari kabel yang sudah terkelupas atau kebocoran kecil pada instalasi gas yang tidak terdeteksi sejak awal. Seringkali, api baru disadari ketika sudah membesar dan sulit dikendalikan secara mandiri.

Menurut para ahli keselamatan, setiap bangunan usaha, sekecil apapun itu seperti kantin, wajib memiliki protokol evakuasi dan peralatan pemadam darurat. Selain itu, pengecekan rutin terhadap beban listrik sangat disarankan agar tidak terjadi kelebihan beban (overload) yang memicu percikan api. Dalam banyak kasus di Jakarta, faktor kelalaian manusia masih menjadi salah satu pemicu dominan di samping faktor teknis lainnya.

Bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran, kejadian seperti ini tentunya menimbulkan trauma tersendiri. Kerugian materiil yang ditimbulkan tentu tidak sedikit, belum lagi gangguan psikologis akibat rasa takut akan kehilangan harta benda atau bahkan nyawa. Oleh karena itu, edukasi mengenai penanganan kebakaran di tingkat komunitas RT/RW di wilayah Kedaung Kali Angke perlu terus ditingkatkan.

Menanti Hasil Investigasi Penyebab Kebakaran

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai penyebab pasti kebakaran maupun total kerugian yang diderita oleh pemilik kantin. Pihak kepolisian bersama tim identifikasi dari Gulkarmat direncanakan akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah api benar-benar dinyatakan padam dan area sudah masuk dalam tahap pendinginan yang aman.

“Fokus kami adalah memadamkan api sepenuhnya terlebih dahulu. Setelah itu, baru akan dilakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui asal muasal api,” pungkas Syaiful Kahfi. Proses investigasi biasanya melibatkan pengumpulan bukti fisik di lokasi serta meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang pertama kali melihat kejadian tersebut.

UpdateKilat akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memberikan informasi terbaru mengenai hasil investigasi maupun dampak lanjutan dari kebakaran ini. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta selalu memberikan akses bagi kendaraan darurat yang sedang menjalankan tugas demi keselamatan bersama di ibu kota.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *