Visi Strategis Iding Pardi: Memperkuat Fondasi Governance demi Memikat Arus Modal Asing di Bursa Efek Indonesia

Kevin Wijaya | UpdateKilat
20 Mei 2026, 16:56 WIB
Visi Strategis Iding Pardi: Memperkuat Fondasi Governance demi Memikat Arus Modal Asing di Bursa Efek Indonesia

UpdateKilat — Di tengah dinamika pasar keuangan global yang kian tak menentu, bursa saham tanah air memerlukan nakhoda yang tidak hanya memahami angka, tetapi juga memiliki integritas dalam membangun sistem. Iding Pardi, salah satu kandidat kuat yang mencalonkan diri sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), melontarkan sebuah komitmen besar: menjadikan tata kelola atau governance sebagai pilar utama untuk menarik kembali minat investor global ke pasar modal domestik.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Iding melihat bahwa kepercayaan adalah mata uang yang paling berharga di pasar modal. Menurutnya, fluktuasi indeks sering kali merupakan cerminan dari seberapa besar para pelaku pasar percaya pada transparansi dan keadilan sistem yang ada. Dengan memperkuat aspek governance, Indonesia diharapkan mampu menjadi magnet yang lebih kuat bagi arus modal asing di masa depan.

Read Also

Perkuat Amunisi Bisnis, Zyrex (ZYRX) Kantongi Fasilitas Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata

Perkuat Amunisi Bisnis, Zyrex (ZYRX) Kantongi Fasilitas Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata

Transparansi Sebagai Kunci Utama Kepercayaan Global

Dalam pertemuan hangat di Gedung BEI, Jakarta, Iding Pardi membedah strategi besarnya. Ia menekankan bahwa pasar saham Indonesia sering kali terombang-ambing oleh sentimen eksternal. Untuk memitigasi risiko tersebut, penguatan institusi secara internal menjadi harga mati. Hal ini mencakup penerapan sistem yang lebih transparan, prudent (hati-hati), dan menjunjung tinggi nilai keadilan atau fairness bagi seluruh pelaku pasar.

“Fokus kita harus tertuju pada governance. Bagaimana kita mengelola pasar dengan cara yang lebih bijak dan transparan. Jika fondasi ini kuat, maka investor asing akan memiliki rasa percaya yang lebih tinggi terhadap market kita,” ungkap Iding dengan nada optimis saat ditemui oleh awak media.

Read Also

Strategi OJK dan Danantara Redam Gejolak Pasar Jelang Rebalancing MSCI 2026: Sebuah Langkah Transformasi Besar

Strategi OJK dan Danantara Redam Gejolak Pasar Jelang Rebalancing MSCI 2026: Sebuah Langkah Transformasi Besar

Iding meyakini bahwa misi utama bursa adalah menciptakan sebuah ekosistem perdagangan efek yang wajar, teratur, aman, dan efisien. Keempat aspek tersebut hanya bisa dicapai melalui tata kelola yang disiplin. Baginya, governance bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sebuah budaya yang harus diinternalisasi oleh seluruh elemen di bursa efek.

Membangun Kualitas Institusi di Atas Sekadar Angka Indeks

Banyak pengamat pasar sering kali terjebak pada angka IHSG sebagai satu-satunya indikator kesuksesan. Namun, bagi Iding Pardi, ada hal yang jauh lebih krusial, yakni kualitas dari institusi itu sendiri. Ia berpendapat bahwa pertumbuhan indeks yang tidak dibarengi dengan kualitas institusional yang mumpuni hanyalah pertumbuhan yang rapuh.

Read Also

Transformasi Strategis Bank Raya: Rombak Formasi Petinggi demi Akselerasi Perbankan Digital Masa Depan

Transformasi Strategis Bank Raya: Rombak Formasi Petinggi demi Akselerasi Perbankan Digital Masa Depan

“Penguatan tata kelola akan memperkuat institusi bursanya dan secara otomatis memperkuat kualitas pasarnya. Hasil akhirnya adalah pasar modal yang tumbuh dengan cara yang lebih sehat dan berkelanjutan,” jelasnya. Melalui pendekatan ini, bursa tidak hanya akan menarik minat dana asing yang bersifat jangka pendek, tetapi juga investasi berkualitas yang berkomitmen pada pembangunan ekonomi jangka panjang.

Selain itu, penguatan governance juga memiliki dampak domino positif bagi investor domestik. Dengan sistem yang adil dan transparan, investor lokal akan merasa lebih terlindungi dan termotivasi untuk bertransaksi secara rasional, bukan sekadar mengikuti tren atau spekulasi yang tidak sehat.

Menghadapi Sentimen Global dengan Optimisme Tinggi

Tahun-tahun mendatang diprediksi masih akan penuh tantangan, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral global hingga tensi geopolitik. Namun, Iding Pardi tetap menegaskan sikap optimisnya. Ia percaya bahwa selama Indonesia memiliki pasar modal yang kredibel, modal akan selalu menemukan jalannya untuk masuk.

Iding menyebutkan bahwa gejolak pasar adalah hal yang lumrah dan dipengaruhi oleh banyak faktor di luar kendali institusi bursa. Namun, apa yang bisa dikendalikan oleh BEI adalah bagaimana sistem itu bekerja. Fokus pada apa yang bisa dikendalikan—yaitu sistem internal dan aturan main—adalah kunci agar bursa tetap tegak berdiri meski diterpa badai ekonomi global.

“Kita harus selalu optimis. Fokus kita sebagai institusi bursa adalah memperkuat tata kelola itu sendiri. Di sinilah letak perannya untuk memastikan bahwa pasar tetap fair. Itu sesuai dengan misi dasar dari setiap bursa efek di dunia,” tambahnya.

Belajar dari Pertumbuhan Pasar Modal Syariah

Visi Iding ini juga sejalan dengan tren positif yang terlihat di sektor lain, seperti pasar modal syariah. Sebagaimana diketahui, jumlah investor di segmen syariah telah melonjak hingga 425 kali lipat dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia, baik domestik maupun global, sangat merespons positif instrumen investasi yang memiliki aturan main yang jelas dan beretika.

Kapitalisasi pasar syariah yang kini telah menembus angka Rp 7.225 triliun menjadi bukti nyata bahwa pasar yang dikelola dengan prinsip-prinsip tertentu yang ketat memiliki daya tarik luar biasa. Iding ingin membawa semangat keteraturan dan kepatuhan ini ke level yang lebih luas di seluruh instrumen yang diperdagangkan di BEI.

Langkah Menuju Bursa yang Lebih Modern dan Inklusif

Selain fokus pada tata kelola, tantangan ke depan bagi calon Direktur Utama BEI ini adalah bagaimana memanfaatkan teknologi untuk mendukung transparansi tersebut. Di era digital, keterbukaan informasi harus berjalan secara real-time dan mudah diakses oleh siapa saja. Hal ini akan semakin mempersempit ruang bagi praktik-praktik yang merugikan investor kecil.

Dengan visi yang berfokus pada governance, Iding Pardi berharap dapat membawa BEI menjadi bursa yang tidak hanya kompetitif di tingkat regional Asia Tenggara, tetapi juga di kancah global. Keamanan bertransaksi dan perlindungan terhadap hak-hak investor menjadi janji yang ia bawa dalam kontestasi kepemimpinan bursa kali ini.

Pada akhirnya, pasar modal yang sehat adalah pasar modal yang dibangun di atas fondasi kejujuran dan akuntabilitas. Jika Iding Pardi berhasil mewujudkan visinya, maka masa depan investasi di Indonesia tampaknya akan memasuki babak baru yang lebih cerah, stabil, dan terpercaya bagi semua pihak.

Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *