Sinergi Tradisi dan Modernitas: Universitas Ibrahimy Situbondo dan IMDE Jajaki Kolaborasi Strategis Literasi Digital

Aris Setiawan | UpdateKilat
15 Mei 2026, 10:55 WIB
Sinergi Tradisi dan Modernitas: Universitas Ibrahimy Situbondo dan IMDE Jajaki Kolaborasi Strategis Literasi Digital

UpdateKilat — Sebuah langkah besar dalam dunia pendidikan tanah air baru saja diukir melalui pertemuan dua entitas besar yang memiliki visi masa depan. Institut Media Digital Emtek (IMDE) secara resmi menerima kunjungan dari delegasi Universitas Ibrahimy Situbondo bersama dengan jajaran pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Jawa Timur. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026, ini menjadi momentum krusial dalam menjajaki kerja sama tridharma perguruan tinggi yang berfokus pada penguatan literasi digital bagi kalangan santri dan mahasiswa di era transformasi teknologi.

Menjembatani Pendidikan Pesantren dengan Industri Media

Bertempat di Kampus IMDE yang modern, suasana diskusi berlangsung hangat namun penuh dengan muatan visioner. Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, secara langsung menyambut kehadiran Rektor Universitas Ibrahimy beserta para wakil rektornya. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi formalitas, melainkan sebuah upaya sistematis untuk memperluas kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi berbasis pesantren dengan lembaga pendidikan yang memiliki fokus kuat pada media digital.

Read Also

Emas Hijau di Pekarangan: 7 Varietas Pepaya Unggul yang Paling Dicari Pasar dan Mudah Dibudidayakan

Emas Hijau di Pekarangan: 7 Varietas Pepaya Unggul yang Paling Dicari Pasar dan Mudah Dibudidayakan

Kedua belah pihak menyadari bahwa tantangan di masa depan tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, tetapi juga ketangkasan dalam mengoperasikan instrumen digital secara bijak. Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada bagaimana nilai-nilai luhur yang diajarkan di pesantren dapat berjalan beriringan dengan penguasaan teknologi informasi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik, di mana spiritualitas dan teknologi saling menguatkan.

Universitas Ibrahimy: Pilar Akademik dari Jantung Situbondo

Universitas Ibrahimy bukanlah institusi sembarang. Terletak di kawasan Sukorejo, Situbondo, perguruan tinggi ini telah lama dikenal sebagai garda terdepan dalam mengintegrasikan kurikulum akademik nasional dengan tradisi pendidikan pesantren yang mendalam. Berdasarkan data yang dihimpun, Universitas Ibrahimy saat ini mengelola enam fakultas besar yang mencakup spektrum ilmu yang sangat luas. Mulai dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Tarbiyah, hingga Fakultas Sains dan Teknologi serta Ilmu Kesehatan.

Read Also

7 Inspirasi Lantai Batu Alam Murah Berkelas: Ubah Hunian Biasa Jadi Mewah Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Inspirasi Lantai Batu Alam Murah Berkelas: Ubah Hunian Biasa Jadi Mewah Tanpa Bikin Kantong Jebol

Keunikan universitas ini terletak pada kemampuannya menjaga tradisi akademik di tengah lingkungan pesantren yang disiplin. Dengan total mahasiswa aktif mencapai 5.702 orang, Universitas Ibrahimy menawarkan jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari program Diploma 3, 24 program studi Sarjana, program Magister, hingga program Doktoral Studi Islam. Kapasitas intelektual yang besar inilah yang menjadi modal utama dalam menjalin kerja sama strategis dengan institusi media seperti IMDE.

Warisan Sejarah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo

Berbicara tentang Universitas Ibrahimy tidak bisa dilepaskan dari akar sejarahnya, yaitu Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Pesantren legendaris ini memiliki rekam jejak yang sangat panjang dalam sejarah perjuangan bangsa dan pendidikan Islam di Indonesia. Dirintis oleh KHR. Syamsul Arifin pada tahun 1908, pesantren ini mulai menerima santri secara resmi sejak 1914. Hingga kini, lebih dari 17.000 santri dari berbagai penjuru Nusantara, bahkan dari Asia Tenggara, menimba ilmu di tempat ini.

Read Also

4 Ide Bisnis Isi Ulang Sabun Tanpa Plastik: Peluang Cuan Ramah Lingkungan Menuju 2026

4 Ide Bisnis Isi Ulang Sabun Tanpa Plastik: Peluang Cuan Ramah Lingkungan Menuju 2026

Eksistensi pesantren yang telah melewati satu abad ini menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Di bawah kepemimpinan para ulama besar yang visioner, pesantren ini terus berkembang menjadi pusat peradaban. Kunjungan ke IMDE adalah bukti nyata bahwa lembaga pendidikan tradisional ini sangat terbuka terhadap kemajuan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi digital yang tengah melanda dunia global.

Literasi Digital sebagai Perisai dan Peluang

Salah satu poin utama dalam agenda kerja sama ini adalah penyelenggaraan pelatihan literasi digital. Di tengah arus informasi yang tidak terbendung, santri dan siswa di lingkungan pesantren perlu dibekali dengan kemampuan untuk memfilter informasi, memahami etika bermedia sosial, serta menjamin keamanan data pribadi. Literasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan dasar agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen konten yang bertanggung jawab.

Program pelatihan yang dirancang bersama IMDE nantinya akan mencakup teknik produksi konten kreatif, pemanfaatan platform digital untuk dakwah yang menyejukkan, hingga pemahaman tentang ekonomi digital. Dengan bimbingan dari para ahli di bidang media digital, diharapkan para santri dapat menghasilkan karya-karya inovatif yang merefleksikan nilai-nilai pesantren dalam format yang modern dan menarik bagi masyarakat luas.

Visi Rektor IMDE: Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif

Rektor IMDE, Totok Amin Soefijanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap visi yang dibawa oleh delegasi Universitas Ibrahimy. Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata dalam memajukan ekonomi kreatif bangsa. Ia menekankan bahwa sejarah telah membuktikan peran pesantren dalam kemerdekaan, dan kini saatnya pesantren berperan dalam kemandirian ekonomi melalui penguasaan seni budaya dan teknologi digital.

“Pondok pesantren adalah bagian integral dari bangsa ini. Kami di IMDE merasa sangat terhormat dapat bekerja sama dengan Universitas Ibrahimy dan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah. Para pendirinya, seperti KHR Syamsul Arifin dan KHR As’ad Syamsul Arifin, memiliki tradisi ‘forward thinking’ yang luar biasa. Kami bangga bisa berkontribusi dalam memajukan pendidikan yang menyinergikan ilmu ukhrawi dan duniawi secara lengkap,” ujar Totok dalam sambutannya.

Totok juga menambahkan bahwa dengan penguatan kapasitas digital, ekonomi bangsa akan semakin kuat. Kita tidak boleh hanya mengandalkan ekspor bahan mentah, tetapi harus mulai mengandalkan kekuatan intelektual dan kreativitas. Santri dengan basis karakter yang kuat dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi kreator konten yang beretika, sebuah aset yang sangat dibutuhkan oleh industri media masa kini.

Langkah Konkret Menuju Kolaborasi Berkelanjutan

Kunjungan ini diproyeksikan sebagai langkah awal dari serangkaian program konkret yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Bentuk kerja sama yang dijajaki meliputi seminar nasional, workshop intensif bagi tenaga pendidik, pendampingan pengembangan kurikulum berbasis digital, hingga kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada digitalisasi desa di sekitar pesantren. Sinergi ini diharapkan mampu memperpendek jarak antara dunia akademis pesantren dengan realitas industri teknologi informasi.

Ke depan, kolaborasi antara IMDE dan Universitas Ibrahimy diharapkan dapat menjadi model bagi institusi lain dalam membangun jembatan antara pendidikan berbasis agama dan teknologi digital. Dengan komitmen yang kuat dari kedua belah pihak, tantangan zaman bukan lagi menjadi hambatan, melainkan peluang besar untuk melahirkan generasi emas yang unggul dalam teknologi namun tetap teguh memegang prinsip karakter dan etika. Inilah esensi dari pendidikan masa depan yang sesungguhnya, di mana kecerdasan buatan bertemu dengan kearifan insani yang mendalam.

Melalui inisiatif ini, UpdateKilat melihat adanya secercah harapan bagi kemajuan literasi bangsa. Ketika institusi pendidikan bersatu padu untuk meningkatkan kompetensi digital generasi muda, maka cita-cita Indonesia emas di masa depan bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah realitas yang tengah kita bangun bersama-sama melalui kolaborasi dan inovasi tanpa henti.

Aris Setiawan

Aris Setiawan

Pengamat sosial dan jurnalis warga yang fokus pada isu-isu kemasyarakatan di kanal Kilat Citizen.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *