Langkah Visioner UMN: Luncurkan Prodi S1 Artificial Intelligence dan Program RPL untuk Profesional
UpdateKilat — Di tengah laju transformasi digital yang kian tak terbendung, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kembali mempertegas posisinya sebagai pionir institusi pendidikan berbasis teknologi. Melalui sebuah seremoni yang hangat di Jakarta, UMN secara resmi mengumumkan pembukaan Program Studi Sarjana (S1) Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan, sebuah langkah strategis untuk mencetak talenta masa depan yang siap menghadapi disrupsi global.
Menjawab Tantangan Zaman Lewat Sustainable AI
Peluncuran prodi baru ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan manifestasi dari visi besar UMN untuk menjadi pusat unggulan di bidang Information and Communication Technology (ICT). Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, M.Sc., menekankan bahwa kehadiran prodi AI ini merupakan jawaban atas kebutuhan industri yang semakin kompleks. Menurutnya, teknologi ini telah menyentuh hampir seluruh sendi kehidupan dan menuntut adaptasi cepat dari dunia akademik.
Sentuhan Hijau Sepanjang Tahun: 5 Rekomendasi Pohon Buah Abadi yang Cocok untuk Halaman Rumah Anda
“Ini adalah komitmen kami untuk menyelaraskan kurikulum dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat. AI bukan lagi masa depan, melainkan realitas hari ini yang harus dikuasai oleh generasi muda agar mampu memberikan dampak positif bagi produktivitas bisnis maupun masyarakat luas,” ujar Andrey di sela-sela acara silaturahmi bersama media.
RPL: Karpet Merah Bagi Para Profesional
Tak hanya fokus pada mahasiswa reguler, UMN juga memperkenalkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Inisiatif ini dirancang khusus bagi individu yang sudah memiliki pengalaman kerja namun ingin melanjutkan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi. Program ini mencakup Program Pembelajaran Jarak Jauh Ilmu Komunikasi (PJJIK) dan Magister Manajemen Teknologi (MMT).
Inspirasi Rumah 1 Lantai Ala Villa di Desa: Hunian Estetik Budget Terjangkau untuk Keluarga Modern
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa melalui skema RPL, pengalaman profesional serta sertifikasi non-formal yang dimiliki calon mahasiswa dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Hal ini memungkinkan masa studi yang lebih singkat dan biaya yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas akademik.
Pencapaian Global dan Standar Internasional
Eksistensi UMN di kancah pendidikan tidak perlu diragukan lagi. Dalam kesempatan yang sama, pihak universitas turut memaparkan berbagai raihan gemilang di level internasional. Belum lama ini, UMN berhasil menembus pemeringkatan Scimago Institutions Rankings dan menempati posisi bergengsi 151–200 dunia dalam bidang Art & Design menurut QS World University Rankings by Subject 2026.
Solusi Hijau Lahan Terbatas: 10 Tanaman Rambat Pot Gantung yang Bikin Rumah Makin Estetik
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tinggi di Indonesia mampu bersaing secara global. Dengan peluncuran prodi AI dan program RPL, UMN optimis dapat terus melahirkan lulusan yang inovatif, kompeten, dan relevan dengan dinamika dunia industri modern. Kehadiran para petinggi kampus seperti Dekan Fakultas Teknik dan Informatika, Asst. Prof. Dr. Eng. Niki Prastomo, serta Dekan Fakultas Bisnis, Dr. Prio Utomo, semakin memperkuat optimisme bahwa kolaborasi lintas disiplin akan menjadi kunci utama kesuksesan program-program baru ini.