Menguak Rahasia Doa yang Berulang: Antara Wujud Kehambaan dan Terapi Jiwa ala Habib Ja’far

Ustadzah Sarah | UpdateKilat
08 Apr 2026, 21:27 WIB
Menguak Rahasia Doa yang Berulang: Antara Wujud Kehambaan dan Terapi Jiwa ala Habib Ja'far

UpdateKilat — Seringkali muncul sebuah tanda tanya besar di benak banyak orang: mengapa manusia perlu melangitkan untaian doa secara terus-menerus dan berulang kali? Padahal, secara teologis, Tuhan diyakini sebagai Dzat yang Maha Mendengar, bahkan sebelum sebuah keinginan terucap dari lisan hamba-Nya.

Menjawab kegelisahan spiritualitas tersebut, pendakwah muda kenamaan Habib Husein bin Ja’far Al Hadar memberikan perspektif yang mendalam. Menurutnya, praktik mengulang doa bukanlah karena keterbatasan Tuhan dalam mendengar, melainkan sebuah manifestasi dari kerendahan hati dan simbol penghambaan yang tulus.

Bukan Sekadar Permintaan, Tapi Sebuah Pengakuan

Habib Ja’far menekankan bahwa esensi dari doa yang diulang-ulang berakar pada teladan Nabi Muhammad SAW. Sebagai sosok yang maksum atau terjaga dari dosa, Sang Nabi tetap konsisten mengulang permohonannya kepada Allah SWT.

Read Also

Berkah Ramadan 1447 H: Bank Mega Syariah Sukses Dongkrak Nasabah Baru dan Transaksi Digital

Berkah Ramadan 1447 H: Bank Mega Syariah Sukses Dongkrak Nasabah Baru dan Transaksi Digital

“Doa yang berulang itu sebenarnya dilakukan oleh nabi yang tidak berdosa, yaitu Nabi Muhammad. Mengapa demikian? Karena itu adalah simbol penghambaan dan bentuk kerendahan hati yang paling nyata,” ungkap Habib Ja’far dalam sebuah dialog yang dirangkum oleh tim UpdateKilat.

Baginya, doa bukan sekadar daftar keinginan yang harus segera dipenuhi. Lebih dari itu, doa berfungsi sebagai sarana pembinaan karakter bagi manusia agar tidak terjerumus dalam kesombongan, baik di hadapan Sang Khalik maupun di tengah sesama manusia.

Doa sebagai ‘Treatment’ Mental dan Spiritual

Lebih jauh lagi, Habib Ja’far menyebutkan bahwa rutinitas berdoa merupakan sebuah bentuk ‘treatment’ atau terapi spiritual. Ia meyakini bahwa dengan memosisikan diri sebagai pemohon yang butuh, manusia sedang melatih jiwanya untuk tetap berpijak di bumi.

Read Also

Panduan Lengkap Bacaan Bilal Idul Adha: Urutan, Teks Arab, dan Tata Cara Sesuai Sunnah

Panduan Lengkap Bacaan Bilal Idul Adha: Urutan, Teks Arab, dan Tata Cara Sesuai Sunnah

“Fungsi doa itu bukan hanya agar Tuhan mengabulkan—karena Tuhan pasti mengabulkan—tapi juga sebagai treatment agar kita selalu rendah hati di hadapan Tuhan dan manusia lainnya,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa setiap kata yang terucap dalam doa bernilai ibadah yang mendatangkan pahala. Semakin sering diulang, semakin besar pula nilai pahala dan efek ketenangan atau healing yang dirasakan oleh jiwa.

Ironi Paradox: Berharap Didengar Namun Ingin Tersembunyi

Dalam kesempatan tersebut, Habib Ja’far juga melontarkan kritik reflektif mengenai perilaku manusia yang seringkali kontradiktif. Ada sebuah paradoks spiritual yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

“Anehnya, kita saat berdoa sangat berharap Tuhan mendengar, namun di sisi lain, saat melakukan maksiat, kita justru berharap Tuhan seolah ‘buta’ dan tidak melihat perbuatan kita,” tuturnya dengan nada reflektif.

Read Also

Idul Adha: Mana yang Lebih Dulu, Sholat atau Khutbah? Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Idul Adha: Mana yang Lebih Dulu, Sholat atau Khutbah? Simak Panduan Lengkapnya di Sini

Melalui pesan ini, masyarakat diajak untuk memaknai doa sebagai proses pembentukan sikap spiritual yang lebih utuh. Doa bukan hanya tentang hasil akhir, melainkan tentang bagaimana proses tersebut membentuk kita menjadi pribadi yang lebih berserah diri dan sadar akan kehadiran Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam ketaatan maupun saat terjatuh dalam kekhilafan.

Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dalam setiap baris Habib Ja’far mengingatkan bahwa kekuatan doa terletak pada ketulusan dan ketekunan yang membaja.

Ustadzah Sarah

Ustadzah Sarah

Penulis konten religi dan lulusan studi Islam yang berdedikasi menyebarkan konten positif di Kilat Islami.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *