Kisah Haru Husnul Khulqy, Mahasiswi 19 Tahun yang Menjadi Jemaah Haji Termuda di Kloter 1 Makassar
UpdateKilat — Di tengah riuhnya langkah kaki ratusan jemaah calon haji (JCH) Kloter 1 Embarkasi Makassar, muncul sebuah pemandangan yang menyentuh hati. Di antara barisan jemaah yang didominasi lansia, tampak seorang gadis muda dengan raut wajah yang memancarkan energi kebahagiaan luar biasa. Ia adalah Husnul Khulqy Akhwan, seorang mahasiswi berusia 19 tahun yang secara resmi menjadi jemaah haji termuda di kelompok terbangnya.
Husnul, yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Universitas Muslim Indonesia (UMI), mengaku masih merasa seperti dalam mimpi. Bagaimana tidak, mahasiswi ini baru saja mendaftarkan diri pada tahun 2021 lalu. Namun, takdir membawanya ke Tanah Suci jauh lebih cepat dari daftar tunggu haji reguler yang biasanya memakan waktu puluhan tahun.
7 Inspirasi Kultum Singkat Tentang Adab: Membangun Karakter di Era Modern
Panggilan Suci Melalui Jalur Penggabungan Mahram
Kesempatan emas yang didapat Husnul bukanlah tanpa alasan. Ia berhasil berangkat tahun ini melalui kebijakan penggabungan mahram untuk mendampingi sang ibunda tercinta. Sang ibu sendiri telah mendaftar sejak tahun 2010, dan Husnul hadir sebagai penguat serta pendamping setia selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
“Saya merasa sangat terharu sekaligus bahagia. Tidak menyangka bisa menjadi jemaah termuda tahun ini. Karena ada kebijakan penggabungan mahram, saya bisa berangkat bersama Mama yang sudah mendaftar sejak lama,” ungkap Husnul saat ditemui di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang, Makassar.
Demi menunaikan ibadah mulia ini, Husnul harus merelakan aktivitas akademiknya untuk sementara waktu. Ia mengambil cuti kuliah selama kurang lebih 42 hari agar dapat fokus sepenuhnya pada rangkaian ibadah di Makkah dan Madinah. Baginya, pendidikan memang penting, namun panggilan ke rumah Allah adalah prioritas yang tidak boleh dilewatkan.
Menjemput Berkah Fajar: Panduan Lengkap Doa Menjawab Adzan Subuh dan Keutamaannya yang Dahsyat
Inovasi Layanan Haji 2026: Lebih Efisien dan Nyaman
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa kloter pertama ini terdiri dari 387 jemaah, di mana mayoritas berasal dari Kabupaten Soppeng. Ia juga menyoroti berbagai terobosan baru dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini yang dirancang untuk memudahkan para tamu Allah.
Salah satu inovasi yang paling dirasakan adalah pembagian kartu nusuk yang kini sudah dilakukan sejak jemaah berada di asrama haji. Selain itu, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi kini dilakukan melalui skema fast-track di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Artinya, setibanya di Arab Saudi nanti, jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang di bagian imigrasi dan bisa langsung menuju bus jemputan.
Kabut Tebal dan Logistik Jadi Tantangan, Kloter Pertama Haji Embarkasi Palembang Resmi Bertolak ke Madinah
Harapan dan Doa di Tanah Suci
Meski usianya masih sangat muda, Husnul telah menyiapkan daftar panjang doa yang ingin dipanjatkannya di depan Ka’bah. Ia ingin mendoakan keluarga, teman-teman perkuliahannya, hingga kesuksesan studinya di masa depan. Semangat Husnul menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah halangan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Di sisi lain, Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, memberikan apresiasi tinggi atas kuota haji daerahnya yang meningkat tahun ini. Hal ini berdampak positif pada terpangkasnya masa tunggu di Kabupaten Soppeng menjadi hanya 15 tahun, jauh lebih singkat dibandingkan rata-rata masa tunggu di wilayah Sulawesi Selatan lainnya yang bisa mencapai 26 tahun.
Keberangkatan Kloter 1 ini menandai dimulainya perjalanan panjang spiritual bagi ratusan jemaah. Dengan fasilitas yang semakin membaik dan semangat dari jemaah muda seperti Husnul, diharapkan seluruh prosesi keberangkatan haji tahun ini berjalan lancar hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.