Strategi Cerdas PT Mulia Boga Raya (KEJU) Hadapi Lonjakan Harga Plastik Tanpa Bebani Konsumen

Kevin Wijaya | UpdateKilat
21 Apr 2026, 14:56 WIB
Strategi Cerdas PT Mulia Boga Raya (KEJU) Hadapi Lonjakan Harga Plastik Tanpa Bebani Konsumen

UpdateKilat — Di tengah badai kenaikan biaya operasional yang kian mencekik industri manufaktur, PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) mengambil langkah berani untuk tetap berpihak pada konsumen. Meskipun harga material plastik yang menjadi tulang punggung kemasan produk mereka terus merangkak naik, produsen keju ternama ini memilih untuk tidak membebankan kenaikan tersebut secara langsung kepada para pelanggan setianya.

Direktur Utama KEJU, Indrasena Patmawidjaja, mengungkapkan bahwa menaikkan harga jual bukanlah prioritas dalam radar strategi bisnis perseroan saat ini. Bagi perusahaan, menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif jauh lebih krusial daripada mengejar margin instan melalui kenaikan harga.

Komitmen Menjaga Produk yang Merakyat

“Kami memantau pergerakan harga plastik ini dengan sangat saksama, apakah tren ini bersifat jangka pendek atau permanen. Satu hal yang pasti, bagi kami, menaikkan harga produk ke tangan konsumen adalah opsi paling akhir,” tegas Indrasena dalam acara Public Expose yang digelar di Jakarta baru-baru ini. Ia menekankan bahwa menjaga posisi sebagai produk yang terjangkau dan merakyat merupakan visi jangka panjang perusahaan.

Read Also

IHSG Akhir Pekan April 2026: Menguat Terbatas ke Level 7.634 di Tengah Minimnya Amunisi Transaksi

IHSG Akhir Pekan April 2026: Menguat Terbatas ke Level 7.634 di Tengah Minimnya Amunisi Transaksi

Indrasena mengakui bahwa tekanan biaya produksi saat ini memang nyata. Tak hanya plastik, material pendukung lainnya seperti kertas juga mengalami tren kenaikan harga yang cukup signifikan. Fenomena ini menurutnya dipicu oleh berbagai faktor makro, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah hingga gangguan pasokan bahan baku turunan minyak di pasar global.

Efisiensi dan Inovasi Sebagai Benteng Pertahanan

Alih-alih menyerah pada keadaan, emiten berkode saham KEJU ini justru memacu mesin efisiensi internalnya. Inovasi kini menjadi DNA yang diintegrasikan ke dalam seluruh lini operasional perusahaan untuk meredam tekanan margin. Strategi ini mencakup perbaikan proses produksi hingga pencarian material alternatif yang lebih efisien tanpa mengurangi standar kualitas produk.

Read Also

Panduan Lengkap Memahami IHSG: Denyut Nadi dan Barometer Utama Pasar Modal Indonesia

Panduan Lengkap Memahami IHSG: Denyut Nadi dan Barometer Utama Pasar Modal Indonesia

“Inovasi bagi kami bukan sekadar meluncurkan produk baru di rak supermarket. Inovasi yang sesungguhnya adalah bagaimana tim internal kami terus mencari celah untuk perbaikan, baik dari sisi bahan baku maupun material kemasan agar lebih optimal,” tambah Indrasena.

Langkah Hijau Menuju Keberlanjutan (ESG)

Menariknya, upaya pengurangan penggunaan plastik ini tidak hanya didorong oleh motif penghematan biaya semata. Langkah ini telah diselaraskan dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dengan menekan penggunaan plastik dalam kemasan, KEJU berupaya mewujudkan bisnis berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Dengan strategi yang berfokus pada efisiensi operasional dan loyalitas konsumen, PT Mulia Boga Raya optimis dapat melewati tantangan kenaikan harga bahan baku tanpa mengorbankan kepercayaan masyarakat yang selama ini telah menjadi pondasi utama pertumbuhan mereka.

Read Also

Aksi Borong Saham PTRO: Melejit 16,11% Berkat Efek Proyek Masela dan Kinerja Solid

Aksi Borong Saham PTRO: Melejit 16,11% Berkat Efek Proyek Masela dan Kinerja Solid
Kevin Wijaya

Kevin Wijaya

Analis pasar modal dan praktisi investasi yang membantu menyederhanakan info finansial di Kilat Saham.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *