Bogor Siaga Bencana: Banjir Terjang Cigudeg, Ratusan Rumah dan Pesantren Terendam

Budi Santoso | UpdateKilat
19 Apr 2026, 08:55 WIB
Bogor Siaga Bencana: Banjir Terjang Cigudeg, Ratusan Rumah dan Pesantren Terendam

UpdateKilat — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bogor sejak Sabtu sore kembali memicu luapan sungai yang merendam ratusan hunian warga. Kali ini, Desa Rengasjajar di Kecamatan Cigudeg menjadi titik pusat terjangan banjir pada Sabtu (18/4/2026) malam, mengakibatkan sedikitnya 658 jiwa harus berhadapan dengan luapan air dan sisa lumpur.

Berdasarkan laporan yang dihimpun tim redaksi, peristiwa banjir Bogor ini dipicu oleh meluapnya tiga aliran sungai sekaligus, yakni Kali Cisuda, Kali Cidangdeur, dan Kali Cibungur. Debit air mulai merangkak naik dan masuk ke area pemukiman sekitar pukul 19.00 WIB, menyasar empat titik utama di antaranya Kampung Lebak Wangi Pasar, Lebak Wangi Girang, Pasir Sereh, dan Kampung Kadaung.

Read Also

Terobosan Hunian Vertikal: Pemerintah Siapkan 141.000 Unit Rusun Subsidi di Kawasan Meikarta

Terobosan Hunian Vertikal: Pemerintah Siapkan 141.000 Unit Rusun Subsidi di Kawasan Meikarta

Kampung Kadaung Jadi Lokasi Terparah

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengonfirmasi bahwa dampak paling signifikan terjadi di Kampung Kadaung. Di wilayah ini, tercatat sebanyak 199 unit rumah yang dihuni oleh 199 Kepala Keluarga (KK) terendam air dengan ketinggian yang bervariasi.

“Posisi pemukiman yang berada tepat di bantaran sungai membuat air cepat masuk saat debit sungai meluap secara mendadak,” ujar Adam dalam keterangan resminya. Selain hunian warga, fasilitas pendidikan agama seperti pondok pesantren di wilayah Lebak Wangi Hilir dan Pasir Sereh juga tak luput dari terjangan banjir yang mengganggu aktivitas santri.

Kondisi Terkini dan Evakuasi Warga

Meskipun banjir dikategorikan sebagai banjir lintasan yang berangsur surut dengan cepat, sisa-sisa material lumpur yang tebal membuat banyak rumah belum bisa dihuni kembali dengan nyaman. Hal ini memaksa sejumlah warga untuk mencari perlindungan sementara di tempat yang lebih aman.

Read Also

Diplomasi Hangat Megawati dan Dubes Jerman: Dari Nostalgia ‘Uncle’ Hingga Strategi Hadapi Krisis Global

Diplomasi Hangat Megawati dan Dubes Jerman: Dari Nostalgia ‘Uncle’ Hingga Strategi Hadapi Krisis Global

Tercatat sebanyak enam kepala keluarga atau sekitar 23 jiwa dari Kampung Lebak Wangi Pasar telah dievakuasi ke Masjid Al-Kautsar. Mereka memilih mengungsi karena kondisi rumah yang kotor dan lembap akibat sisa bencana alam tersebut masih sulit untuk dibersihkan di malam hari.

Kebutuhan Logistik Mendesak

Saat ini, para relawan dan petugas dari BPBD masih bersiaga di lokasi untuk melakukan penanganan pascabencana. Tim di lapangan juga tengah mengupayakan penyaluran bantuan darurat guna meringankan beban para penyintas yang terdampak.

Sejumlah kebutuhan pokok yang mendesak diperlukan warga saat ini meliputi:

  • Kasur dan perlengkapan tidur yang layak
  • Pakaian bersih untuk dewasa dan anak-anak
  • Logistik makanan siap saji serta air bersih
  • Peralatan kebersihan untuk menyingkirkan sisa lumpur di dalam rumah

Pemerintah daerah terus mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan yang diprediksi masih akan membayangi wilayah Bogor dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.

Read Also

Babak Baru Kasus ‘Mens Rea’: Pandji Pragiwaksono Kedepankan Dialog Hangat dengan Pelapor di Polda Metro Jaya

Babak Baru Kasus ‘Mens Rea’: Pandji Pragiwaksono Kedepankan Dialog Hangat dengan Pelapor di Polda Metro Jaya
Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *