Transformasi Hunian Tanah Papua: Mendagri Tito Karnavian Sanjung Program Strategis 21 Ribu Rumah Layak Huni

Budi Santoso | UpdateKilat
16 Apr 2026, 00:25 WIB
Transformasi Hunian Tanah Papua: Mendagri Tito Karnavian Sanjung Program Strategis 21 Ribu Rumah Layak Huni

UpdateKilat — Sebuah langkah revolusioner dalam penyediaan hunian layak di wilayah timur Indonesia kini tengah menjadi sorotan utama. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi yang mendalam terhadap inisiatif ambisius Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang menargetkan renovasi puluhan ribu rumah di Tanah Papua.

Tito Karnavian menilai program bedah rumah layak huni atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan sebuah lompatan besar bagi kesejahteraan masyarakat Papua. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, pada Rabu (15/4/2026), Tito menekankan bahwa alokasi 21.000 unit rumah yang disiapkan oleh Menteri PKP Maruarar Sirait merupakan angka bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya secara masif di Bumi Cenderawasih.

Read Also

Misteri Penyerangan Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan Indikasi Belasan Pelaku, Bukan Cuma Empat

Misteri Penyerangan Andrie Yunus: Komnas HAM Temukan Indikasi Belasan Pelaku, Bukan Cuma Empat

“Ini adalah program yang luar biasa dari Pak Menteri PKP. Mulai dari skema rumah subsidi hingga bedah rumah, semuanya dirancang dengan matang. Khusus untuk bedah rumah, beliau telah mengalokasikan minimal 21.000 unit untuk wilayah Papua,” tutur Mendagri Tito Karnavian dengan nada optimis di hadapan awak media.

Meringankan Beban Fiskal Daerah

Lebih lanjut, Tito membedah dampak positif program ini terhadap stabilitas ekonomi daerah. Melalui kalkulasi teknis, jika 21.000 unit rumah tersebut didistribusikan ke 42 kabupaten/kota di enam provinsi di Papua, maka rata-rata setiap daerah akan menerima jatah sekitar 500 unit rumah. Menurutnya, pencapaian angka ini akan sangat sulit diraih jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing wilayah.

Read Also

Insiden Jakarta Blackout: Drama Evakuasi 10 Penumpang Terjebak di Lift MRT Lebak Bulus

Insiden Jakarta Blackout: Drama Evakuasi 10 Penumpang Terjebak di Lift MRT Lebak Bulus

Intervensi dari pemerintah pusat ini dianggap sebagai solusi konkret untuk meringankan beban anggaran daerah sekaligus mempercepat pembangunan Papua. “Kita bisa bayangkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan APBD jika harus mendanai ini secara mandiri. Karena itu, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Maruarar Sirait atas komitmennya,” tambah Tito.

Skema Pembiayaan dan Revitalisasi Kawasan Kumuh

Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan bahwa kementeriannya telah menyiapkan berbagai instrumen pembiayaan yang fleksibel. Skema tersebut mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan hingga rumah subsidi yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Namun, fokus pemerintah tidak hanya berhenti pada perbaikan rumah individu. Maruarar menegaskan adanya agenda besar untuk melakukan penataan kawasan kumuh secara terpadu. Setidaknya terdapat tiga lokasi strategis yang menjadi prioritas utama revitalisasi, di antaranya:

Read Also

Terobosan Baru Layanan Haji 2026: Seskab Teddy dan Dirjen Imigrasi Hendarsam Godok Prosedur yang Lebih Ringkas

Terobosan Baru Layanan Haji 2026: Seskab Teddy dan Dirjen Imigrasi Hendarsam Godok Prosedur yang Lebih Ringkas
  • Papua Induk (Wilayah Jayapura)
  • Papua Selatan
  • Wilayah Sorong

“Program ini dirancang secara masif agar memberikan dampak nyata pada kualitas hidup masyarakat Papua,” jelas Maruarar. Sinergi lintas lembaga yang melibatkan Wamendagri Ribka Haluk, Badan Pusat Statistik (BPS), serta para gubernur se-Tanah Papua diharapkan dapat memastikan bahwa pembangunan di daerah pelosok dan perbatasan berjalan transparan serta tepat sasaran.

Budi Santoso

Budi Santoso

Wartawan senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang berita politik dan peristiwa untuk Kilat News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *